Lapora Abiyasa
Palembang, Jodanews.com- Pilkada Sumsel sebentar lagi akan digelar. Sembilan belas hari lagi menjelang pesta rakyat, suara pemilih pada Pilkada Sumsel mulai terpetakan. Berdasarkan rilis Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Denny JA, jika Pilkada digelar sekarang, pasangan Dodi Reza Alex-Giri Ramanda berpeluang menang di Pilkada Sumsel.
Elektabilitas pasangan ini mencapai elektabilitas 27,7 persen, HDMY (23,2 persen), Ishak Mekki-Yudha Mahyudin (18,4 persen), dan Aswari-Irwansyah (8,6 persen). Sementara massa mengambang cukup tinggi sebesar 22,1 persen.
“Bisa disimpulkan Pilkada Sumsel yang berpeluang dua pasangan ini (Dodi-Giri, HD-MY) berkompetisi sampai pada pemungutan suara nanti. Bisa dikatakan hanya dua kontestan ini berpeluang, ibarat sepak bola mereka di papan atas,” kata Rully Akbar peneliti senior LSI saat merilis hasil survey di lantai 17 Hotel Aryaduta Palembang, Jumat (8/6).
Survey digelar pada 1-5 Juni menggunakan medote multi stage random sampling dengan sebaran 1.000 responden di kabupaten/kota dan margin of error 3,16 persen. “Ada 22 persen swing voters atau pemilih galau, artinya masih bisa direbut oleh semua pasangan calon,” paparnya.
Rully menerangkan ada beberapa penyebab kenapa survey Dodi tinggi melampaui kandidat lainnya karena kinerja Gubernur Alex Noerdin sangat dan cukup puas mencapai 77,7 persen. Hal ini berdampak pada pasangan calon yang didukung Gubernur pada Pilkada.
“Adanya asosiasi yang kuat antara Alex dan Dodi. Anggapan masyarakat Dodi-lah yang bisa menggantikan pak Alex kedepan,” tuturnya.
Kendati demikian, hasil survei ini masih bisa berpeluang berubah. Sebab, masih ada lebih dua pekan menjelang hari pencoblosan pada Rabu, 27 Juni 2018.
Namun, bila tren elektabilitas Dodi Reza terus positif dan meningkat maka berpeluang mendapatkan kursi Sumsel-1. Tiga paslon lain juga berpotensi mengalahkan Dodi Reza-Giri Ramanda, bila berhasil mengalahkan tren elektabilitasnya.
“Faktor Money politik tidak merubah secara langsung, ini hanya pelumas untuk meyakinkan pemilih sendiri bukan pemilih lain. Tidak herhasil merubah peta,” tutup Rully (Editor Jon Heri)








