Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews – Berada jauh dari pusat Kota Palembang, mengakibatkan SD Negeri 153 kurang mendapatkan perhatian khusus dari Dinas Pendidikan (Disdik) kota Palembang. Memang miris sekolah yang terletak di Perairan Sungai Bengkinang Kecamatan Gandus tersebut, selain kekurangan ruangan, sekolah ini juga tidak memiliki aliran listrik.
Kepala SD Negeri 153 Palembang Sumiyati mengatakan sejak menjabat di sekolah barunya pada tahun lalu, Ia merasa prihatin dengan keadaan SD Negeri 153 Palembang. Sebab saat menjabat disini, ada banyak kekurangan yang harus di selesaikan. “Seperti sekarang ini kekurangan bangunan baik itu ruangan kelas, guru, kepala sekolah, perpustakaan dan juga halaman sekolah yang masih diatas rawa-rawa,” katanya.
Dikatakannya, SD Negeri 153 Palembang memiliki 6 lokal, pada tahun 2014 lalu sekolah mendapatkan bantuan rehab sekolah sebanyak 3 lokal bukan bangunan ruangan kelas, dan sisanya 3 lagi masih kondisi memprihatinkan.
“Yang saya tahu berdirinya SD disini sejak tahun 1988 sama seperti dengan sekolah yang ada di sekitaran Kecamatan Gandus, bedanya untuk menuju SD Negeri 153 Palembang sendiri, guru dan sebagian siswa harus memakai kendaraan air atau naik ketek,” ujarnya.
Lanjutnya, mengenai jumlah siswa sendiri ada 70 siswa/i yang terdiri dari kelas 1 sampai kelas 6. Dari 6 lokal yang ada 5 dipakai ruangan belajar dan 1 lagi dipakai ruangan kepala sekolah dan guru. “Sekarang sekolah ini masih membutuhkan penambahan kelas baru dan beberapa ruangan khusus guru.
Mengingat sekolah ini berada di daerah perairan, Kendala yang sering dihadapi saat musim hujan tiba, banyak siswa/i kita tidak bersekolah lantaran mereka harus menggunakan kendaraan ketek, sedangkan jika terus dipaksa bersekolah pakaian dan buku mereka akan terkena air, seperti pernah terjadi hujan deras jelang pukul 07:00 WIB, ada 10 siswa yang bersekolah, dan sisanya banyak tidak sekolah.
“Kami sendiri mengaku kesulitan jika hujan datang, sebab dengan akses sekolah dan jumlah murid sedikit, palingan kami menyuruh mereka untuk belajar dirumah. Sekolah sendiri sudah berrencana ingin mengabungkan dengan sekolah yang disebrangnya, namun setelah diteliti sekolahnya tidak diperbolehkan dipindahkan, jika pun dipindahkan sama saja mereka masih menggunakan kendaraan ketek untuk bersekolah disampingnya, akhirnya SD Negeri 153 Palembang masih tetap beraktivitas,” ungkapnya.
Harapan pihaknya sendiari kalau bisa ada bantuan kelas baru, dan juga diberikan bantuan listrik. Soalnya sejak dahulu SD Negeri 153 Palembang tidak memiliki listrik, sehingga kami kesulitan dalam beraktivitas jika cuaca gelap. “Apabila sekolahnya sudah memenuhi saarana dan prasana, pastinya daya minat dan aktivitas belajar siswa akan semakin baik lagi,” pungkasnya. (Editor Jon Heri).








