Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews – Wabah difteri yang sedang melanda negeri ini, menjadi duka cita mendalam untuk dunia kesehatan Indonesia. Untuk mencegah penyakit yang dibawa oleh bakteri Corynebacterium diphtheria tersebut pemerintah mengambil langkah membuat program wajib imunisasi difteri. Melalui Dinas Kesehatan Kota Palembang, Pemerintah Kota Palembang memberikan suntikan gratis untuk vaksin difteri tersebut, dengan mendatangi sekolah-sekolah dikarenakan penyakit ini cenderung menyerang anak-anak rentang usia 1-19 tahun.
Salah satu sekolah yang mendapat giliran untuk imunisasi vaksin difteri yakni MTsN 1 Palembang. Pelaksanaan Imunisasi yang berlangsung di ruang UKS madrasah. Semua siswa dikumpulkan untuk bergiliran masuk. Sebelum melakukan suntikan, tim yang berjumlah 12 orang dari Puskesmas Talang Ratu, memeriksa setiap siswa terlebih dahulu, seperti pengukuran berat badan, suhu badan dan tekanan darah.
“Sebelum diimunisasi DPT, kita harus periksa dulu kondisi badan anak, apakah sedang demam, apa ada alergi obat tertentu, dan lain-lain, karena suntikan hanya dilakukan jika anak dalam kondisi sehat, dan harus sesuai dengan prosedur,” Ujar Dr. Gizke, koordinator tim, Selasa (20/2).
“Setelah diperiksa, anak-anak yang disuntik akan kita kasih obat penghilang rasa nyeri dan obat demam,”Tambah Dr. Gizke.
Dia berharap, setelah diimunisai difteri tersebut, siswa siswi MTsN 1 Palembang, memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan dapat terhindar dari penyakit menular yang berbahaya ini.
Berdasarkan pantauan di ruang UKS, Kebanyakan dari siswa mengaku berani dan tidak takut disuntik, karena mereka memang rutin dari kecil diimunisasi oleh orang tuanya, “Saya udah biasa disuntik, jadi gak takut,” Ujar Willy salah satu siswa .
Sementara itu, Ditemui diruang kerjanya, Budiman, Kepala MTsN 1 Palembang mengatakan sangat mendukung program pemerintah ini, dirinya sangat berharap siswa-siswa MTsN 1 Palembang mempunyai kekebalan terhadap wabah difteri.
“Kami sangat mendukung program imunisasi DPT ini, apalagi beberapa wilayah di Indonesia sudah masuk ke kategori Kejadian Luar Biasa (KLB), sehingga sangat penting untuk mengantisipasi siswa-siswi kita agar tidak terkena penyakit yang berbahaya tersebut,” ujarnya. (Editor Jon Heri).








