Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews – Keberadaan tempat ibadah memang sangatlah mutlak, dalam membentuk siswa sejak dini agar berakhlak mulia di sekolah. Seperti di SD Negeri 51 Palembang meski berada di kawasan padat penduduk, namun tidak menyurutkan pihak sekolah untuk mendirikan musollah sendiri. Pasalnya setelah mengetahui tidak ada anggaran khusus dalam pembangunan musollah, akhirnya sekolah pun mengumpulkan dana bersama atau dana swadaya dengan masyarakat sekitaran sekolah, maupun perusahaan yang ada di kawawan Jalan Ratu Sianom 2 Ilir Palembang tersebut.
Kepala SD Negeri 51 Palembang Sri Fauza melalui Guru Agama, Zuriadi mengatakan, sekolahnya ini sudah lama sekali menginginkan ada musollah sendiri, apalagi selama puluhan tahun mengajar disini, dirinya sangat kesulitan mencari tempat untuk praktek baik dalam shalat atau pun kegiatan praktek Agama. “Alhamdulilah sekarang kami memiliki musollah sendiri, walau tidak besar tapi dirinya bersyukur karena bisa melakukan aktivitas praktek disini,” katanya.
Awal mulanya musollah ini terbangun, lantaran sekolah memiliki niat dan rencana tulus, setelah itu ada beberapa orang tua bekerja di Perusahaan Pusri, akhirnya sekolah memiliki dana Rp 10 juta, lalu sumbangan guru, masyarakat dan siswa/i dengan jumlah dana terkumpul didapatlah Rp 50 juta.
” Ya, dana didapatnya ini dari dana swadaya, sehingga pengerjaanya pun dilakukan secara bertahap pada bulan 9 lalu 2017, dan selesai dikerjakan pada akhir 2017, memang musollah ini sepenuhnya belum selesai, sebab tinggal tempat wudhunya dan plapon musollahnya yang belum dibangun,” jelasnya.
Walau belum diresmikan pihaknya berharap kedepan bangunan ini selesai 100 % , oleh sebab itu kami berharap uluran dan bantuan semua pihak agar Musholla ini dapat selesai sebagaimana mestinya,” ungkapnya.
Mudah-mudahan dengan bangunan baru ini, baik itu siswa/i dan guru bisa menikmati fasilitas dalam agama, soalnya rencana ujian praktek shalat nanti akan digelar dalam musollah. “Malahan sesudah dibangun ini, kita meminta khususnya siswa kelas 6 sebelum pulang kerumah, siswa harus melaksanakan shalat Dzuhur dahulu di musollah,” ujarnya.
Target sekolah, mudah-mudah kalau ada anggaran swadayanya bulan April nanti musollah ini segera selesai. Soalnya kami sedang mengajuka ke beberapa perusahaan swasta. “Harapan kedepan siswa/i dan guru bisa menjaga musollah ini dengan baik, dan masyarakat sekitaran sekolah pun bisa memanfaatkan musollah ini untuk kegaiatan shalat berjamaah,” tandasnya.
Sementara itu, Siswa kelas 6 SD Negeri 51 Palembang Zaskia mengatakan sejak ada musollah sendiri, dirinya selalu melaksanaka kegiatan praktek agama di musollah. “Musollah ini digunakan untuk praktek shalat dan praktek agama, malahan setiap minggu kami selalu membaca doa bersama di Musollah, pastinya sangat senang ada musollah sendiri, karena tidak perlu repot lagi menggelar praktek shalat di kelas,” pungkasnya. (Editor Jon Heri).








