Home HL Data Tidak Sinkron, Sekolah Tidak Dapat Bantuan

Data Tidak Sinkron, Sekolah Tidak Dapat Bantuan

138
0

Laporan Hasan Basri

PALEMBANG, Jodanews – Adanya beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam pengisian Data Pokok Pendidikan (Dapodik) 2017 lalu. Seperti laporan bangunan fisik sekolah yang tidak dengan data pusat, membuat Disdik Kota Palembang menggelar  Pelatihan dan Sosialisasi cara pengisian Dapodik tahun 2018. Kegiatan yang diikuti ratusan Kepala SD/SMP Negeri dan Swasta ini berlangsung di Aual Dinas Pendidikan (Disdik) kota Palembang.

Kabid PGTK Disdik Palembang, Sutriana melalui Kasi PGTK SMP, Drs Haris Basid, MSi mengatakan, setiap tahun dapodik mengalami perubahan data versi, makanya untuk menjadikan data dapodik lebih sinkron. “Disdik kota Palembang sengaja mengundang ratusan Kepala SD/SMP Palembang beserta operator, untuk diberikan sebuah pelatihan dapodik, yang mana kegiatan pelatihan ini dilakukan dari tanggal 20 Februari sampai 23 Februari mendatang,” katanya, saat dibincangi usai pembukaan pelatihan dapodik, Selasa (20/2/18)

Dikatakannya, berdasarkan laporan tahun lalu,  Disdik kota Pelembang mencatat masih banyak ada laporan sekolah yang kurang sinkron. Setelah diteliti letak ketidak sesuain ini, disebabkan operator sekolah tidak lengkap dan tidak mengupdate kembali data yang ada di sekolahnya. “Kita sudah meminta sekolah untuk selalu mengupdate dan melaporkan dapodik ke sistem online, apalagi dapodik ini dilaporkan secara online, tapi masih ada beberapa sekolah kurang memahami. Oleh karena itu dapodik mereka tidak sinkron,” ujarnya.

Dalam tahun 2018, Disdik selalu mengadakan pelatihan Dapodik, dimana mereka yang hadir diberikan pelatihan cara dan memasukan data valid (benar). Untuk sanksi dapodik yang tidak valid tidak ada, namun bisa berdampak kedepannya. “Seperti contoh bagi sekolah yang ingin mengusulkan bangunan, tentu saja spesifikasi dan jumlah fisik bangunan harus valid, namun setelah di cek antara di data pusat fisik bangunan tidak sesuai dengan data yang ada di sekolah, dampaknya mereka tidak dapat menerima bantuan dari pihak Pusat, baik itu bantuan bangunan kelas ataupun bantuan mobiler (alat-alat selolah),” jelasnya.

Sesuai arahan pusat pelatihan dapodik harus disosialisasikan, agar Pemerintah pusat bisa lebih baik dalam memberikan bantuan. Selama ini kesalahan terjadi karena operator sekolah tidak mengupdate data terbaru, sehingga pusat kesulitan dalam memberikan bantuan. “Harapan kita khususnya Kepala SD/SMP Negeri dan Swasta, untuk selalu mengingatkan kepada operator dalam pengisian dapodik, kepala sekolah juga harus secara teliti agar data yang dituliskan oleh operator benar-benar sesuai, jika data yang dikirim sesuai dan sinkron tentu sekolah tidak susah untuk mendapatkan bantuan,,” pungkasnya. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here