Home HL Wujudkan Output SMK, Disdik Sumsel Gaet DUDI

Wujudkan Output SMK, Disdik Sumsel Gaet DUDI

155
0

Laporan Hasan Basri

PALEMBANG, Jodanews – Salah satu upaya untuk  mewujudkan output Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berkompeten Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) gaet Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk tempat magang pelajar SMK lintas daerah di Sumsel.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait izin magang pelajar SMK di Sumsel bersama DUDI kali ini memberikan kesempatan bagi pelajar untuk dapat magang di luar daerahnya. “Ya contohnya, nanti pelajar SMK dari Lubuklinggau dapat magang di hotel yang ada di Palembang. Begitu pun daerah lainnya. Sehingga keahlian mereka diyakini dapat meningkat seiring pengalaman mereka dengan magang di kuar daerahnya,” ungkap Kepala Bidang SMK Disdik Sumsel Erlina seusai membuka Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat provinsi di Hotel Horizon Ultima, Selasa (18/10) malam.

Menurut Erlina, ada 23 bidang lomba dari kelompok Teknologi, Pariwisata, Pertanian dan Farmasi yang dilombakan kali ini selama tiga hari dari 17-20 Oktober dibeberapa lokasi seperti SMKN 2, SMKN 6, SMKN Sumsel dan di Hotel Horizon Ultima. Pesertanya sendiri berjumlah 178 orang, namun karena setiap daerah tidak memiliki ke-23 paket keahlian tersebut jadi jumlah peserta per daerahnya beragam. “Khusus Palembang karena ada 67 SMK swasta dan sembilan negeri, jadi kita akomodir peserta lombanya dari SMK swasta ada 11 orang dan selebihnya dari negeri,” katanya.

Sementara untuk Kria Kayu, Tektil dan Logam dari SMKN 7 Palembang, lanjutnya, karena tidak ada saingannya di Sumsel maka mereka akan mendapat penunjukkan langsung dari Disdik Sumsel untuk melenggang ke LKS tingkat nasional.

Senada, Kepala Disdik Sumsel Widodo menambahkan, ini merupakan tahapan kedua setelah LKS tingkat kabupaten/kota dan pihaknya menargetkan dua paket keahlian yakni mesin dan fashion dapat juara nasional di Bangka-Belitung pada 2018 mendatang.

“Kita optimis dapat mendapat dua peringkat pertama di kejuruan mesin dan fashion. Sebab beberapa waktu lalu kita meraih juara nasional di bidang tersebut. Dan juga teknik permesinan di SMKN 2 Palembang termasuk yang terbaik di Indonesia,” ujarnya.

Ditambahkannya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta setiap daerah terus gencar meningkatkan minat peserta didik untuk bisa melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan meningkatkan kualitas SMK .

Menurutnya, keberadaan SMK saat ini baik negeri dan swasta di hampir setiap daerah masih sangat minim. Ada beberapa kendala yang ditemui di lapangan terhadap pengembangan dan penambahan SMK Negeri. “Kalau di Sumsel, untuk menambah SMK ini kesulitannya di lahan, kita sangat terkendala. Sementara untuk anggaran pembangunan SMK sudah disiapkan,” ungkapnya.

Widodo Mengatakan, untuk minat peserta didik masuk SMK di Sumsel dua tahun belakangan ini meningkat dan secara nasional peminatan SMK meningkat 18 persen. “Inilah bukti kalau SMK harus dibina dan perlu ditambah keberadaannya,” urainya.

Lanjutnya, saat ini tercatat ada sebanyak 223 SMK Negeri dan Swasta di Sumsel. “Jumlah ini sangat rendah sekali, dan belum bisa memaksimalkan untuk upaya meningkatkan minat masuk SMK,” terangnya.

Menurutnya, persoalan lain yang membuat kesulitan penambahan SMK yakni dalam penambahan unit bengkel untuk penunjang pelaksanaan praktek siswa. “Ya bangun bengkel di SMK tentu membutuhkan biaya besar, kalau SMK nggak ada bengkel sama aja bohong,” cetus mantan Kepala BLPT Sumsel ini.

Ia menambahkan, pada 2018 mendatang Dinas Pendidikan Sumsel akan menambah 6 SMK di Sumsel yang tersebar di beberapa Kabupaten/Kota. “Untuk kejuruannya kita fokuskan ke Teknik Komputer Jaringan dan Teknik Mesin, yang jelas diprioritaskan di daerah terpencil,” pungkasnya. (Editor Jon Heri)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here