Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews – Pengamat pendidikan Sumsel, Muhammad Sirozi mengungkapkan, terkait teror yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah (kasek) terhadap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) terkait kebijakan rotasi kasek dinilai perilaku tidak etis. “Kasek melakukan perilaku teror hanya untuk mempertahankan jabatannya merupakan sikap yang tidak etis, tindakan tersebut tidak perlu dilakukan,”ujarnya.
“Kebijakan rotasi tidak perlu diributkan, karena itu hak dari Kadisdik Sumsel. Sangat disayangkan kalau sampai ada yang melakukan teror,” ungkapnya.
Menurutnya, aksi protes boleh saja dilakukan jika kasek yang ditunjuk oleh Kadisdik Sumsel, Widodo tidak sesuai dengan prosedur. “Tapi kalau sesuai dan semua persyaratan terpenuhi maka tidak perlu diributkan lagi,” tegas Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang ini.
Kendati demikian, Sirozi berkeyakinan jika pihak Disdik Sumsel telah memiliki kriteria tersendiri dalam melakukan rotasi kasek SMA dan SMK di Sumsel. Tentu dengan mempertimbangkan berbagai aspek lainnya sehingga yang terpilih adalah yang terbaik, semua untuk kemajuan pendidikan di Sumsel terutama untuk tingkat SMA dan SMK. (Editor Jon Heri)








