Laporan Abiyasa / Pendam II/Swj
PALEMBANG, Jodanews – Irdam II/Swj Kolonel Inf Suko Basuki bersama-sama dengan para pejabat teras dan ratusan warga Kodam II/Swj beserta keluarga dan juga warga sipil, Kamis (5/10/2017) petang, melaksanakan nonton bareng (Nobar) film Merah Putih Memanggil di salah satu Mall gedung Bioskop 21, Kota Palembang. Sebelumnya, ditempat yang sama anggota dari Korem 044/Gapo dan Kodim 0418/Palembang bersama keluarga, anggota PPM dan FKPPI juga melaksanakan Nobar.
Kapendam II/Swj Letnan Kolonel Inf Imanulhak, S.Sos menjelaskan bahwa kegiatan Nonton Bareng ini dilaksanakan usai menggelar upacara HUT ke-72 TNI tahun 2017, Sosiodrama, demo pencak silat dan panggung hiburan yang dilaksanakan di Stadion Garuda Sriwijaya, Jasdam II/Swj Km 9 Palembang. Ditambahkan Kapendam II/Swj bahwa kegiatan nonton bareng Film Merah Putih Memanggil yang diputar secara serentak mulai tanggal 5 Oktober 2017 di berbagai Gedung Bioskop di Indonesia ini juga dilaksanakan di seluruh satuan jajaran Kodam II/Swj di wilayah Sumbagsel.
Film Merah Putih Memanggil dengan durasi 93 menit ini diproduksi oleh rumah produksi TB Silalahi Pictures. Film ini dibintangi sejumlah artis papan atas tanah air, antara lain Mentari De Marelle, Verdy Bhawanta, Aryo Wahab, Restu Sinaga, Prisia Nasutiondan Maruli Tampubolon
Film Merah Putih Memanggil yang disutradarai Mirwan Suwarso, merupakan sebuah film bergenre drama, mengisahkan tentang pembajakan kapal pesiar berbendera Indonesia, Merah Putih diperairan wilayah Indonesia oleh sekelompok teroris internasional. Dalam pembajakan tersebut, satu orang awak kapal ditembak mati karena melakukan pembangkangan. Empat orang awak kapal termasuk sang kapten beserta dengan tiga orang warga Negara asing yang berasal dari Perancis, Korea Selatan dan Kanada yang berada dalam kapal tersebut, diculik oleh kelompok teroris dan dibawa ke daerah di bagian selatan negara tetangga. Teroris yang menyandera pun meminta tebusan kepada masing-masing negara untuk para sandera, termasuk kepada pemerintah Indonesia.
Atas aksi pembajakan tersebut, setelah negosiasi pemerintah Indonesia dengan Negara tetangga, kemudian TNI membuat sebuah rencana Operasi Gabungan yang melibatkan semua angkatan, untuk mengatasi aksi kejahatan terorisme di Negara tetangga, dengan batas waktu hanya 2 x 24 jam.
Bagaimanakah keseruan kisahnya dan bagaimankah heroisme dan profesionalisme TNI dalam mengatasi aksi terorisme? Berhasilkah operasi gabungan TNI untuk membebaskan para sandera dan melumpuhkan kelompok jaringan teroris Internasional? Silahkan ditonton, sendiri. (Editor Jon Heri)








