Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews – Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat provinsi yang dipusatkan dipusatkan di kampus Universitas PGRI Palembang yang terletak di jalan Jendral Ahmad Yani lorong Gotong Royong 13 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 2 Palembang dipadati Sebanyak 700 an pelajar dari jenjang sekolah dasar SD) hingga sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/K) di Sumatera Selatan (Sumsel) dalam upaya untuk memperebutkan piala juara umum.
Ketua FLS2N tingkat provinsi Sumsel Zulkifli mengatakan, seluruh pesertanya berjumlah 700 an pelajar dari jenjang SD sampai SMA/K. “Mereka semua akan bertanding selama empat hari yakni 29-31 Juli untuk memperebutkan piala juara umum yang akan menjadi perwakilan Sumsel ke tingkat nasional nantinya,” jelasnya seusai acara pembukaan FLS2N tingkat provinsi di Dinning Hall Wisma Atlet Jakabaring, Palembang, Jum’at (28/7) pagi.
Untuk jumlah peserta SD ada 187 orang yang akan mengikuti lomba menyamyi tunggal, baca puisi, seni tari, dan pantomin. Kalau jenjang SMP ada 306 peserta dengan tangkai lomba seperti musik tradisional, kreatifitas jari, gitar solo, menyanyi solo, cipta dan baca pusi.
Sedangkan untuk jenjang SMK ada 117 orang peserta dengan tangkai lomba film pendek, seni tari tradisional, menyanyi solo, gitar solo klasik, piano klasik, cipta dan baca puisi. Dan untuk jenjang SMA ada 157 orang peserta dengan tangkai lomba puisi, gitar solo, vocal solo, desain poster, kriya, seni tari berpasangan serta teater monolog.
“Tim jurinya kita ambil dari dosen kesenian dan dewan kesenian serta tim ahli di bidang seni dan budaya. Kami berharap, agar yang menang kali ini dapat mewakili Sumsel di tingkat nasional dan meraih gelar juara,” harapnya.
Sementara itu, Rektor Universitas PGRI Dr. H. Syarwani Ahmad, M.M selaku tuan rumah kegiatan FLS2N 2017 menerangkan, hampir semua lomba digelar di kampusnya, hanya saja tangkai lomba piano klasik yang digelar di Dinas Pendidikan Sumsel yang terletak di jalan Kapten A Rivai.
“Kami dipilih sebagai tuan rumah pelaksana kegiatan ini dikarenakan sarana dan pra sarana yang kami miliki sudah cukup mumpuni, baik dari segi alat untuk tangkai lomba dan ruang untuk lomba itu sendiri. Bahkan, kita memiliki perpustakaan yang satu-satunya terakreditasi A di Sumsel,” terangnya.
Syarwani menambahkan, dalam pelaksanaan kegiatan dan menyukseskan acara ini pihaknya memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki yakni dengan melibatkan dosen-dosen terbaiknya di bidang seni dan budaya,” pungkasnya. (Editor Jon Heri)








