Satu Korban Tewas Dengan Banyak Luka
Laporan Meida Sari
PALEMBANG, Jodanews – Nampaknya tawuran yang dilakukan para remaja masih saja terjadi. Seperti aksi tawuran yang dilakukan sejumlah geng dari Kebun Sayur dengan geng supporter bola, di Jalan Noerdin Pandji Lorong Perjuangan, Sabtu (1/7/2017) pukul 23.30 WIB. Akibatnya satu korban meninggal dunia dan enam tersangka berhasil diringkus Unit Ranmor Polresta Palembang. “Dia sudah menginjak-injak baju supporter kami pak,” aku DN (17).
Remaja yang mengaku masih bersekolah di SMP Gajah Madah itu mengaku tak terima karena baju supporternya telah diinjak-injak dan diupload ke facebook milik mereka. “Ramai pak yang komen karena dimasukkan ke grup facebook mereka pak,” akunya tak terima.
Lantaran itu, geng nya pun mengajak geng kebun sayur untuk ketemuan di Jalan Lebun Sayur. “Kami tawuran disana pak. Tugas aku yang melempar sama menusuk dia pakai lading,” akunya.
Karena kondisi ramai dan gelap, dirinya pun mengaku tak terlalu ingat apakah korban merintih kesakitan. “Anak itu tidak terlalu saya pasati pak,” sambungnya.
Sedangkan tersangka lainnya, Aldo (18) yang tinggal di Sukawinatan itu mengaku dirinya merupakan geng pihak korban. “Aku dari pihak korban pak, aku tidak sengajo mintak tolong korban dan tertekan pinggangnya,” imbuhnya.
Dirinya mengaku, yang ngajak janjian merupakan geng lainnya dan mengajak tawuran. “Kami rame-rame pak, tapi ada yang kabur,” jelasnya.
Sedangkan empat tersangka lainnya Aldo (16) tinggal di km 5, Parman tinggal Soekarno Hatta, Okta KM 5 dan Rian yang juga tinggal di KM 5.
Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono HB dalam gelar perkara Sabtu (8/7/2017) sore di halaman Mapolresta Palembang mengaku sampai saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap pelaku lainnya. “Sejauh ini kita masih melakukan pendalaman. Diantara enam tersangka, dua diantaranya masih sekolah di SMP Gajah Madah, “imbuhnya
Sementara Kanit Ranmor Polresta Palembang, AKP Mardanus menyebutkan korban tawuran tersebut, masih sekolah kelas 2 SMA dan meninggal di rumah sakit.
“Pelaku lebih dari 20 orang. Otak aksi tawuran tersangka yang terpaksa kita lumpuhkan kaki nya,” tambahnya seraya menyebut pihaknya masih mencari pelaku lain. Mereka ini, sambungnya. Menganiaya korban dengan cara menembakkan percon tembak dan memukulnya dengan kayu dan sajam.
“Korban naik motor, ditembak dengan percon tembakan sehingga terjatuh dan langsung dikapak di leher sebelah kanan dan dibelakang juga ditemukan banyak tusukan,” tutupnya. (Editor Jon Heri)









