[quote]Keluarga korban Minta Usut Tuntas[/quote]
Laporan Iman Santoso
Lubuklinggau, jodanews – Puluhan aktivis mahasiswa dan pemuda sekitar pukul 15.00 WIB, Rabu (19/4) mendatangi Mapolres Kota Lubuklinggau guna menuntut kejelasan kasus dugaan tertembaknya sejumlah penumpang mobil Honda City BG 1488 ON yang menewaskan satu orang korban dan 4 korban lainnya. Gabungan dari organisasi yang ada di Bumi Sebiduk Semare tersebut mendesak Kapolres Lubuklinggau memeroses oknum anggota polisi tersebut dengan tuntas.
Selain menyatakan beberapa poin tuntutan mereka melakui pengeras suara, mereka juga membagi-bagikan selebaran berisi tuntutan. Diantaranya, mendesak oknum polisi pelaku penembakan dilakukan tes urine dan kejiwaan, meminta ombudsman, kompolnas dan Komnasham turun ke Lubuklinggau untuk menuntaskan kejadian itu.
“Kami mengutuk terhadap apa yang menimpa para korban. Bagaimana kalau itu terjadi kepada keluarga kita? Kami minta Kapolres menjelaskan serta menuntaskan masalah ini setuntas tuntasnya,” ujar Ketua GP Anshor Kota Lubuklinggau, Tarsusi.
Menurutnya jika tidak rasa keadilan dan ketidakseriusan dalam menegakkan kasus tersebut, maka gabungan aktivis mahasiswa dan pemuda Kota Lubuklinggau berjanji akan membawa masa lebih banyak lagi untuk menggelar aksi demo bergelombang. “Kami juga akan aksi di Polda Sumsel supaya kasus ini diproses dengan benar,” jelasnya.
Tuntutan hampir serupa disampaikan oleh Saprin Rais dari BM PAN Kota Lubuklinggau menyatakan, kedatangan mereka ke Mapolres sebagai bentuk menyampaikan aspirasi masyarakat dalam memerjuangkan kebenaran.
Sementara itu, Kapolres Kota Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga didampingi Wakapolres, Kompol Andi Kumara secara tegas menyampaikan pihaknya akan memeroses secara tuntas dan terang benderang atas aksi dugaan tertembaknya penumpang mobil Honda City. “Yakinlah, kami akan memeroses kasus ini setuntas tuntasnya,” tegas Kapolres.
Sebelumnya, Kapolres didampingi sejumlah perwira Polres Kota Lubuklinggau mendatangi rumah korban tewas, Surini (54) akibat diduga tertembak oleh oknum anggota Polres Kota Lubuklinggau di Desa Blitar Muka, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Selasa (19/4).
Sebelumnya, Kapolres juga menjenguk sejumlah korban lainnya yang masih dirawat di Rumah Sakit Sobirin, Kota Lubuklinggau. Menurutnya, dalam penanganan kasus ini diback up oleh Polda Sumsel. Dihadapan Kaswan, suami korban Surini, Kapolres mengatakan sejauh ini sudah diperiksa satu orang oknum polisi berpangkat Brigadir. “Pelanggarannya dilihat dari kasusnya (dalam menentukan sanksi). Bisa disiplin, bisa kode etik. Tapi kita tunggu hasil pemeriksaannya,” katanya.
Menurutnya, dalam proses penyelidikan diback up oleh Tim Polda Sumsel supaya kasus dan oknum polisi yang diduga melakukan penembakan ditangani secara cepat dan tepat. “Kami juga turut membantu meringatkan beban keluarga korban, dimana biaya perawatan ditanggup kepolisian. Kami meminta maaf atas kejadian ini. Dan kami juga sudah menjenguk secara langsung korban yang masih dirawat di Rumah Sakit Sobirin,” pungkasnya.
Kaswan, dalam pertemuang yang disaksikan juga Kapolres Rejang Lebong, AKBP Yogi dan Wakil Bupati Rejang Lebong, Iqbal Bastari mengungkapkan rasa kesedihannya ditinggal istri tercinta. “Itu bukan ditembak pak, tapi diterotot. Astaghfirullahal adzim saya dan istri cuma wong tani, wong bodoh,” ucapnya berulang-ulang.
Sembari menangis, lelaki berambut putih ini meminta polisi menuntaskan kasus ini dengan baik dan benar. “Jangan sampai ini menciderai hukum,” kata anggota keluarga korban lainnya.
Sementara itu, update terbaru dari keadaan sejumlah korban yang dirawat dirumah Sakit Sobirin, antara lain, Novianti, Dewi dan Genta sudah berangsur membaik. Sedangkan satu korban lagi Indra informasinya bakal dirujuk ke Palembang. (Editor: Jon Heri)








