Home HL Kapolda Sumsel, Besuk Korban Penembakan di RS Bhayangkara Palembang

Kapolda Sumsel, Besuk Korban Penembakan di RS Bhayangkara Palembang

158
0

 

Laporan : Meida Sari

PALEMBANG,Jodanews -Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, membesuk tiga korban yang mengalami luka karena menjadi korban penembakan yang dilakukan Brigadir K. Ketiga korban di RS Bhayangkara Palembang yakni Dewi, Novi dan putranya Gentah, ketiganya dirujuk untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Ketiga korban, yang dirujuk ke RS Bhayangkara Palembang langsung mendapatkan perawatan intensif berdasarkan perintah Kapolda Sumsel. Setelah dirujuk, ketiganya dirawat di ruang VIP RS Bhayangkara Palembang. Untuk satu korban lagi bernama Indrayani yang juga mengalami luka tembak di bagian leher, sudah menjalani operasi dan saat ini masih mendapatkan perawatan secara intensif di ruang ICU RSMH Palembang.
Dalam obrolannya dengan anak korban bernama Gentah, saat ditanya orang nomor satu di Polda Sumsel ini langsung mengungkapkan kalau Gentah ingin meminta mobil-mobilan. Tadi korban yang anak-anak saya tanya mau minta apa, dia jawab aku mau minta mobil-mobilan. “Jadi setelah pulang ini, saya akan cari mobil-mobilan dulu untuk si anak tersebut.”ujarnya usai membesuk korban. “Ini sebagai bentuk perhatian kepada para korban, agar traumanya bisa hilang,” ujar Agung.
Sedangkan, untuk kedua korban lainnya juga menyampaikan kepada dirinya agar anggota yang melakukan penembakan untuk ditindak secara tegas. “Saya sebagai pimpinan tertinggi di Polda Sumsel, meminta maaf kepada para korban atas terjadinya peristiwa ini. Kepada korban meninggal, saya juga turut berbela sungkawa.
Masih dikatakan Irjen Agung, Saya juga sudah perintahkan kepada Kabidokkes untuk memberikan perawatan dengan dokter terbaik di RS Bhayangkara. Nanti, dokternya akan datang karena saat ini dokternya baru selesai melaksanakan operasi di RSMH Palembang,” ujar Agung. Disamping itu Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto, kembali menjelaskan tentang insiden anggotanya yang menembak satu keluarga, dengan ini Kapolda mengungkapkan kalau razia yang dilaksanakan dengan dipimpin seorang perwira sudah sesuai dengan prosedur. Meski terjadinya insiden penembakan yang menyebabkan satu orang warga sipil meninggal, Irjen Agung tidak membantah bila terjadi kesalahan yang dilakukan anggotanya saat melakukan penembakan. “Pemberhentian sudah benar, SOP pengejaran sudah benar dilakukan. Sebagai insting polisi, memang harus dilakukan kenapa ketika diminta berhenti mobil tersebut tidak mau berhenti. Sehingga, dilakukan pengejaran. Namun, penembakan yang dilakukan Brigadir K itu salah. Tidak ada komando dari perwira yang memimpin untuk melakukan penembakan, itu yang salahnya,” ujar Agung, Kamis (20/4/2017). Terlebih ketika mobil yang disuruh berhenti tidak mau berhenti, memang SOP yang dilakukan harus dikejar. Akan tetapi, untuk tindakan penembakan, haruslah ada perintah dari perwira yang memimpin jalannya razia. Bila dilakukan anggota tanpa ada perintah, anggota tersebut menyalahi SOP yang telah ada. “Untuk saat ini, Brigadir K masih diperiksa, termasuk tim yang pergi ke sana masih melakukan olah TKP dan melakukan prarekontruksi. Untuk hasilnya, masih menunggu tim di lapangan. Kejadian ini, bisa menjadi pelajaran untuk semua anggota yang ada di jajaran Polda Sumsel,” pungkasnya, Agung. (Editor Jonheri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here