Home HL Limbah Perusahaan Gas Panang Jaya DiDuga Cemari Lingkungan

Limbah Perusahaan Gas Panang Jaya DiDuga Cemari Lingkungan

138
0
Jpeg

Laporan : Zoel

MUARA ENIM, Jodanews-–Perusahaan Gas yang terletak di Desa Panang Jaya kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim diduga kuat telah mencemari lingkungkan. Jodanews.com dan beberapa awak media lainnya terjun kelokasi melakukan investigasi ke lapangan, yang ditemani warga untuk melihat kebenarannya atas dugaan limbah yang dibuang perusahaan gas tidak pada tempatnya, yang dilaporkan warga kepada beberapa awak media lainnya, Rabu (05/10/2016). Awalnya media mendapatkan kabar burung mengenai adanya limbah salah satu perusahaan gas swasta yang dibuang sembarangan dan telah mencemari lingkungan sekitar. Pembuangan limbah dalam bentuk zat padat yang diduga masih mengandung racun dibuang sembarangan di beberapa tempat, yang tidak jauh dari ring operasional produksi perusahan gas tersebut. Sebagian limbah padat itu masih dalam keadaan utuh dibiarkan begitu saja dan ada juga sebagian yang telah tertanam di lokasi pinggiran kebun karet milik salah satu warga setempat. sebagian lagi masih berserakan di lokasi pembuangan. Tempat pembuangan limbah lainnya ada yang telah dilakukan proses pembakaran secara manual. Salah satu warga setempat yang berinisial G (35) ketika di wawancarai Membenarkan pada awak media kalau limbah padat yang kami temukan itu diduga kuat milik perusahaan gas yang ada di desa mereka. “Benar dek lihat lah sendiri limbah padat yang dibuang sembarangan yang diduga milik perusahaan gas itu, parahnya lagi dibuang sembarangan di pinggiran kebun karet milik warga kami. takutnya limbah padat itu masih mengandung racun dek soalnya berasal dari perusahaan gas. “Ungkapnya. Ia juga membenarkan kalau di tempat lain pembuangan limbahnya telah dilakukan pembakaran.
untuk di tempat lainya mereka (perusahaan_red) kadang melakukan proses pembakaran makanya yang di sana cepat ditumbuhi Rerumputan ujar perwakilan warga Desa Panang Jaya itu, ketika dibakar limbah tersebut terdengar suara ledakan ledakan yang keras yang keluar dari pembakaran. Warga kemudian membawa kami ke sebuah danau yang juga tak jauh dari lokasi perusahaan gas tersebut. “Nah coba lihat lah sendiri dek dan amati danau ini telah terjadi pendangkalan. airnya nampak mulai berwarna kuning ini juga diduga kuat ada limbah dalam bentuk zat cair yang dialirkan di danau ini. “tuturnya. “Untuk masalah pencemaran air danau ini pernah di tengahi dan diurus oleh salah satu anggota DPRD Muara Enim. tapi tidak tahu kenapa tidak ada kabar beritanya lagi sampai sekarang. “katanya. “Saya selaku warga Desa Panang Jaya meminta agar pihak terkait turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan dugaan pencemaran lingkungan ini agar bisa dituntaskan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kedepan nanti akan terjadi masalah-masalah yang tidak kita inginkan bagi warga Desa Panang jaya akibat dari pencemaran lingkungan ini. “Harapnya. Ketua umum Perserikatan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Kabupaten Muara Enim Alfrian Addini Mengatakan “Masalah pencemaran lingkungan ini adalah masalah yang amat serius dan krusial, tidak ada tawar menawar lagi. Hal yang paling kita kuatir kan itu jika limbah yang dihasilkan perusahan itu termasuk dalam kategori limbah bahaya ini sangat berdampak negatif sekali pada ekosistem sekitarnya. “Perlu ada analisa dari pihak yang lebih berkompeten dalam hal ini pihak terkait termasuk dalam hal ini Badan lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Muara Enim agar membentuk Team turun segera ke lapangan menelusuri temuan dugaan pencemaran limbah dari perusahaan tersebut. Lakukan penyelidikan dengan proporsional dan terbuka jangan pandang bulu. “Ungkapnya. “Jika melanggar berikan sanksi yang tegas kepada pihak perusahaan. Ini menyangkut kehidupan ekosistem, air dan kehidupan yang sehat bagi warga Desa Panang Jaya itu sendiri dan Muara Enim pada umumnya, “Tutupnya. Sementara itu dari pihak perusahaan sendiri saat ingin dimintai tanggapannya sampai berita ini diturunkan belum ada yang berhasil di hubungi. Lantaran para awak media merasa kesulitan untuk melakukan kontak person dengan Humas perusahaan. (Editor Jonheri).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here