BANYUMAS – Meski masih di tataran Pra TMMD Reguler ke -108 Kodim 0701/Banyumas, di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, semua yang terlibat di kegiatan itu, baik dari personil Koramil 15 Pekuncen dan warga setempat, sudah tidak mengenal jam kerja.
Artinya, mereka tidak terpaku jam mulai kerja pukul 08.00 pagi dan selesai bekerja pada jam 16.00 WIB. Terbukti memasuki hari ke -2 pelaksanaan Pra TMMD, acap kali TNI dan warga pulang jam 5 sore demi untuk menyelesaikan pekerjaan di lapangan yang nanggung.
”Semua itu kami lakukan karena target yang sudah dicanangkan bahwa bersamaan pembukaan TMMD 30 Juni 2020 nanti, progres semua sasaran fisik minimal harus mencapai 30 persen. Terbukti warga pun juga tidak mempersoalkan meski harus kerja melebihi jam kerja,” ungkap Babinsa Petahunan, Serka Eko BW.
Sementara itu terpisah, Djumian (37), salah satu warga Desa Petahunan yang terus aktif ikut gotong royong sejak Pra TMMD Petahunan digelar mengatakan, soal bekerja di lapangan yang melebihi jam kerja bukan masalah bagi dirinya dan warga lain.
”Kami ingin desa kami maju pembangunannya, ini ada TMMD dari Kodim Banyumas yang melakukan banyak pembangunan, untuk itu kami warga Petahunan juga akan all0ut terlibat,”ujar Djumian yang diamini oleh sejumlah warga lainnya. (Ags)








