Laporan : D4F
LAHAT SUMSEL, jodanews.com – Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Lahat ke 156 perayaan XXVII Tahun 2025 terlihat hadri Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Wakil Gubernur (Wagub) H Cik Ujang.
Rapat paripurna ke 15 Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025 itu dibuka oleh Ketua DPRD Lahat Fitrizal Homizi ST MSi MM. Turut hadir Bupati Kabupaten Lahat Bursah Zarnubi, Wakil Bupati Widia Ningsih, jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan DPR RI, DPRD Sumsel, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tamu undangan lainnya.
Fitrizal Homizi menyampaikan selayang pandang tentang sejarah Kabupaten Lahat. Usia ke 156 tahun ini telah melewati perjalanan yang panjang sejak tahun 1830 hingga sampai saat ini.
“Setelah Indonesia Merdeka, maka Lahat dibentukan sebagai daerah kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 1948 dan Keputusan Presiden Nomor 141 Tahun 1950,” kata Fitrizal.
Sambungnya, seiring berjalannya waktu serta mengikuti perkembangan peraturan Perundang-undangan telah dibentuk Nomor 9 tahun 2023 tentang Provinsi Sumsel. Pasal 3 menjelaskan bahwa Provinsi Sumsel terdiri dari 13 kabupaten dan 4 kota. Diantaranya Kabupaten Lahat.
“Sebagai wujud syukur kita sebagai generasi penerus pada perayaan tahun ini banyak kegiatan yang telah dilaksanakan mulai dari kegiatan cabang olahraga, Bazar UMKM, Road Race, lomba kesenian, tabligh akbar, istighosah, hiburan rakyat dan kegiatan lainnya,” ujarnya.
Rapat paripurna dalam rangka HUT Lahat ke 156 perayaan 27 ini sebagai puncak seluruh kegiatan dengan tertib dan khidmat. Tema tahun 2025 ini ; semangat baru menata kota, membangun desa berbasis SDM unggul menuju masyarakat adil dan makmur.
“Tentunya kita berharap dengan semangat hari jadi Kabupaten Lahat dapat dijadikan sebagai motivasi dan inovasi serta menjalankan roda pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan yang komperehensif dan merata. Baik di kota dan pedesaan yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat maju dan sejahtera,” tutur Fitrizal.
Dikatakannya, bahwa pihaknya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membangun Kabupaten Lahat dari masa ke masa tentunya mengalami perubahan dan kemajuan serta banyak prestasi yang telah diraih. Akan tetapi ada kekurangan yang perlu dibenahi bersama.
“Diketahui bersama bahwa penyelenggara pemerintah dilaksanakan DPRD dan kepala daerah. Selanjutnya disebut sebagai mitra sejajar. Alhamdulillah hubungan Pemerintaha Kabupaten Lahat dan DPRD berjalan terjalin baik dan harmonis,” ujarnya.
Sambung Fitrizal, bahwa tema dari peringatan hari jadi Kabupaten Lahat ini akan terwujud apabila segenap komponen masyarakat dan komponen pemerintahan dengan semua tingkatan bersatu padu saling membantu. Dalam mewujudkan kemakmuran masyarakat Kabupaten Lahat serta tetap menjaga suasana aman, tertib dan kondusif yang selama ini dirasakan.
“Dirgahayu Kabupaten Lahat ke 156, harapannya ke depan tetap jaya, dan semoga mendapatkan rahmat, taufik, hidayat dan selalu mendapatkan lindungan dari Allah SWT dalam melaksanakan pembangunan di Bumi Seganti Setungguan,” ujarnya.
Dalam pidato Bupati Kabupaten Lahat Bursah Zarnubi mengatakan bahwa menata kota, membangun desa, bukan suatu teori, tapi satu konsep untuk mengubah strategi pembangunan.
Yaitu pembangunan yang selama ini kurang ke arah pedesaan.
Selama ini berputar di perkotaan, karena itu dia berimplikasi pada pertimbangan.
“Sebetulnya, strategi ini yang konsentrasi pembangunan manufaktur di perkotaan. Sehingga melupakan desa sebagai struktur kekuatan nasional kita sejak Soekarno,” ri desa. (0:50) Dan sekarang saatnyujarnya.
Asta Cita Nomor 6, membangun dari desa. Untuk menciptakan, mewujudkan keadilan yang merata.
“Kemarin kami ikut Zoom, Pak Mendagri mengatakan, atas nama Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo tak mau lihat lagi orang desa miskin. Kekurangan bibit, kekurangan pupuk, dan bahkan beliau tidak ada lagi di desa judi online. Jadi ini untuk perhatian kita semua,” jelasnya.
Dikatakannya, bahwa memulai satu strategi realokasi dana ke desa. Kebetulan, Presiden kita menerbitkan Impress Nomor 1. Tentang pentingnya, penghematan efisiensi di seluruh subsub-anggaran yang ada di struktur APBN maupun APBD.
“Karena itu Bapak Presiden mengatakan, harus ke depan ini dengan pembangunan ekonomi secara inklusi,” jelasnya.
Inklusi menyangkut pertumbuhan yang merata, bukan tumbuh sendiri dikuasai oleh 50 orang pengusaha besar itu. Inklusi merata ke seluruh rakyat Indonesia. Inklusi adil bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Dan inilah momentum kita. Kaitannya dengan ini Bapak Prabowo menerbitkan Impress Nomor 9. Penting sekali. Karena kooperasi ini sudah 70 tahun hilang dari permukaan bumi Indonesia. Ada, hidup segan mati tak mau,” terangnya.
Dikatakannya, bahwa koperasi bisa menopang transisi kepada perubahan agar desa menjadi pusat pertumbuhan baru, strategi baru dalam kita menjadikan desa adalah sentral Indonesia.
“Bukan Jawa. Inilah yang kita sebut dengan Indonesia centris. Yaitu pembangunan diintegrasikan dari desa. Bukan Jawa centris. Selama ini Jawa centris. Yang ini membuat ketimpangan regional.
Menyebabkan ketimpangan antara daerah. Menyebabkan ketimpangan pendapatan antara kita semua,” tuturnya.
“Kemiskinan, tercatat. Bukan dilihat saja populasi yang tinggi, sampai 60%. Tetapi hampir seluruh kabupaten di seluruh Indonesia ini mengalami kemiskinan. Penggangguran di mana-mana. Dan karena itu, kita bersama DPR ingin bekerja keras mewujudkan apa yang dimaksud dengan pembangunan ekonomi inklusif tersebut,” bebernya.
Dikatakannya, pada poin 6 juga, di poin 4 juga, pembangunan SDM unggul. Jadi ada relevansinya dengan tema-tema kampanyenya pada masa lalu, beberapa waktu lalu.
“Pentingnya SDM unggul. Bapak Prabowo sangat mengkhawatirkan tentang skor PISA kita, Bapak Gubernur. PISA ini diselenggarakan oleh Organisation Economic Cooperation and Development yang berpusat di Paris. PISA intinya PISA itu skor untuk menilai, mengevaluasi anak umur 15 tahun. Yang 3 membuat kelemahan di Indonesia yang dinilai oleh mereka. Satu, literasi membaca. Literasi bahasa kita 0,1 persen. Jadi setiap 1 orang membaca, setiap 1000 orang hanya 1 membaca yang benar,” ujarnya.
Dikatakannya, bahwa standar membaca menuru UNESCO antara 5 sampai 8 jam sehari. Itulah transformasi peradaban Eropa dan Amerika karena ditopang oleh literasi membaca yang sangat maksimal.
Kemudian Bursah Zarnubi menyampaikan program-program yang menjadi target pemerintahan di 5 tahun kedepan. Mulai dari menekan angka pengangguran, kebersihan, penyiapan SDM unggul, dan program swasembada pangan serta lainnya.(Editor Jon Heri)








