Home HL Berkedok Yasinan, Oknum Istri Sekda Lubuklinggau Diduga Lakukan Kampanye Terselubung, Ini Tanggapan...

Berkedok Yasinan, Oknum Istri Sekda Lubuklinggau Diduga Lakukan Kampanye Terselubung, Ini Tanggapan Trisko

581
0

Laporan : Iman

LUBUKLINGGAU, jodanews.com,- Seorang oknum istri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuklinggau diduga melakukan kampanye terselubung dengan memanfaatkan acara yasinan di kediamannya Rumah Dinas Jalan Keputraaan Talang Bandung, Selasa malam (24/9/24).

Dugaan ini mencuat setelah beberapa postingan istrinya dimedia sosial bersama istri calon Walikota Lubuklinggau, disitu juga ada pose jari yang menandakan nomor urut salah satu kandidat dalam Pilkada 2024 mendatang.

Padahal, kegiatan yasinan yang semula merupakan agenda keagamaan, berubah menjadi ajang penyampaian pesan politik.

Oknum istri Sekda tersebut diduga memanfaatkan momen berkumpulnya masyarakat untuk menyampaikan arahan yang secara tidak langsung mengajak peserta yasinan untuk memilih kandidat tertentu.

Menanggapi hal itu, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Lubuklinggau, Dedi Kariema Jaya menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan memproses laporan ini sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Kami belum menerima laporan, tapi info ini akan kami selidiki kebenarannya. Dan bukan tidak mungkin akan memanggil pihak-pihak terkait dan mengumpulkan bukti lebih lanjut,” ujarnya.

Lanjut Dedi menjelaskan, Bawaslu juga akan bekerja sama dengan kepolisian serta pihak pemerintah terkait untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan jabatan oleh aparatur sipil negara (ASN) selama proses Pilkada. Pasalnya, keterlibatan ASN dalam politik praktis melanggar Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara serta peraturan lainnya yang menekankan bahwa ASN harus bersikap netral dalam setiap pemilihan umum, termasuk Pilkada.
“ASN, termasuk Sekda, dilarang keras untuk menggunakan jabatan dan fasilitas negara untuk kepentingan politik, baik secara terang-terangan maupun terselubung,” tegasnya.

Jadi, kata Dedi jika dugaan ini terbukti, oknum Sekda Lubuklinggau tersebut bisa dikenakan sanksi berat, baik berupa sanksi administratif hingga pemecatan. Selain itu, tindakan kampanye terselubung dengan kedok kegiatan keagamaan seperti yasinan juga dianggap melanggar etika dan integritas ASN.

Selain itu, Bawaslu Kota Lubuklinggau juga mengimbau kepada seluruh ASN di wilayah tersebut untuk tetap menjaga netralitas selama masa Pilkada 2024.
“Kami minta semua ASN untuk tidak terlibat dalam aktivitas politik praktis, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jika terbukti melanggar, kami tidak segan-segan memberikan rekomendasi sanksi,” katanya.

Lebih lanjut Dedi mengatakan, Ia juga meminta masyarakat untuk berani melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran. “Bawaslu menyediakan kanal pelaporan yang dapat diakses publik dengan mudah, serta menjamin bahwa laporan akan ditindaklanjuti secara profesional dan rahasia,” jelasnya.

Selain itu istri sekda Kota Lubuklinggau, Henita Andriani yang tak lain adalah Ketua Darma Wanita Persatuan (DWP) juga sudah terang-terangan mengkampanyekan perubahan dibeberapa platform medsos miliknya, baik di snap WhatsApp maupun komentar-komentar di Facebook.

Sementara itu Sekda Lubuklinggau H Trisko Defriyansa menanggapi isu tersebut menyatakan bahwa dugaan dimaksud tidak benar, pelaksanaan yasinan Selasa malam (24/09/24) murni kegiatan yasinan sukuran tidak ada berkaitan dengan politik apapun.
“Tudingan saya mengarahkan kandidat tertentu ataupun ada arahan politik itu tidak benar, saya dan istri melaksanakan yasinan itu murni bentuk ucapan sukur selesai pengabdiannya masa pengabdian saya sebagai Pj Walikota selama satu tahun, ” Ujar Trisko Defriyansa saat dibincangi Wartawan melalui Via telpon Rabu malam (25/09/24).

Lanjut Trisko sapaan akrabnya mengatakan, bahwa tasyakuran yasinan yang dilakukannya murni untuk mengungkapkan bentuk rasa syukur atas nikmat, keberkahan, atau pencapaian yang telah diberikan oleh Allah tasyakuran merupakan bagian dari budaya dan agama Islam sendiri.
“Tasyakuran kemarin kami lakukan bentuk syukur telah menjalankan amanah sejak awal dilantik menjabat Pj Walikota hingga akhir september ini sudah melaksanakan tugas semaksimal mungkin, upaya-upaya terbaik dan arahan dari presiden serta kemendagri telah dilakukan. begitu juga penegasan berulang pada seluruh ASN dilingkungan Pemkot agar menjunjung tinggi netralitas pada pilkada tahun ini,” Terangnya.

Lebih lanjut Trisko menjelaskan, mengenai undangan yang hadir pada acara, ia dan istri juga tidak tahu sebab undangan disampaikan melalui protokol pemerintah kota (Pemkot), yang jelas siapapun yang hadir, ia sebagai tuan rumah haruslah menyambut ramah tamah sebagaimana layaknya tuan rumah dari sebuah pelaksanaan hajatan pada umumnya. Bahkan usai yasinan teman-teman dan masyarakat yang hadir minta berfoto bersama saya dan istri, tidak mungkinkan kalau di tolak.
“Acara yasinan malam itu juga dihadiri oleh forkopimda baik itu Kapolres, Dandim serta Pj Walikota pengganti dirinyapun juga hadir,” Jelasnya.

Ditambahkannya, kebetulan Henita Andriani sang istri diajak teman-teman yang mungkin dari UMKM untuk berfoto usai acara. Merasa tidak ada maksud apapun apa lagi hal yang berkaitan dengan politik maka menghargai tamu maka berfoto bersama.
“Mengenai perspektif atau sudut pandang yang berbeda, bagi saya silahkan saja namun perlu dipertegas kembali tidak ada kegiatan yasinan dikediaman kami berkaitan dengan kampanye dan kegiatan politik, murni tasyakuran tidak ada embel-embel lain sebagaimana isu beredar,” Tegasnya. (Editor Jonheri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here