Purworejo – Selalu ada cara bagaimana melakukan pendekatan dengan warga masyarakat. Satgas TMMD Reg 109 Kodim Purworejo juga nampak terus mencari cara agar kemamunggalan itu terwujud.
Salah satunya dilakukan Sertu Toni, salah satu anggota Satgas TMMD Reg 109 Kodim 0708/Purworejo, dirinya memberi support kepada Ibu Surahmi (52), petani cengkeh warga Dusun Wonosari, Desa Sedayu, di tengah pandemi Covid-19 melanda dan harga komoditi cengkeh yang sedang turun, Minggu (04/10/2020).
Sambil menunjukkan daun cengkeh kering dan bagal cengkeh kering Ibu Surahmi mengeluhkan jika harga komoditi cengkeh sedang turun.
” Untuk daun cengkeh kering harga RP 2.000/kg dan bagal cengkeh kering Rp 6.000/kg, ” jelasnya.
Dengan harga yang rendah sedang biaya ongkos petik mahal, lanjut Ibu Surahmi, tentunya keuntungan yang didapat akan minim. Ditambah lagi ongkos angkut ke pembeli juga ekstra karena harus menjual ke daerah Samigaluh, Kulonprogo.
” Kami bersyukur, saat ini sedang dilakukan pembangunan jalan oleh Satgas TMMD. Kami akan lebih mudah jika menjual daun dan bagal cengkeh kami karena jalannya sudah bagus, ” ucapnya dengan senyum gembira.
Diketahui, bahwa cengkeh menjadi komoditas perkebunan unggulan yang dibudidayakan oleh masyarakat di daerah Dusun Wonosari, Desa Sedayu, yang saat ini menjadi lokasi TMMD Reg 109 Kodim 0708/Purworejo. Karena mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, semua bagian pohon bisa dimanfaatkan. Daun dan bagalnya bisa disuling untuk minyak cengkeh, sedangkan buahnya sangat dibutuhkan dalam industri rokok, makanan maupun kimia. Hal ini yang menyebabkan sebagian besar masyarakat di Dusun Wonosari,Desa Sedayu, tetap berkebun cengkeh.
(Pendim 0708/Purworejo)






