Home Uncategorized Desa Sedayu Tak Lagi Tertinggal Berkat Program TTMD 109 Kodim 0708/Purworejo

Desa Sedayu Tak Lagi Tertinggal Berkat Program TTMD 109 Kodim 0708/Purworejo

157
0

Purworejo— Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, merupakan salah satu Desa dari sekian Desa di Kecamatan Loano yang penduduknya masih hidup dalam suasana keterbelakangan.

Setelah sekian lama menabuh angan, akhirnya Desa yang dihuni oleh ratusan Kepala Keluarga (KK) itu mulai merasakan hasil pembangunan melalui sentuhan tangan TNI yang tergabung di dalam Satgas TMMD yang bekerja gotong-royong bersama rakyat.

Mimpi berbuah kenyataan kedatangan TNI di Desa Sedayu ternyata mampu menorehkan sejuta kesan di hati masyarakat. Program TNI bersandi Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-109 di Desa Sedayu seakan membuka jalan bagi masyarakat untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik.Kamis (22/10/2020).

Betapa tidak, berbagai cara sebelumnya telah dilakukan oleh pemerintah setempat. Namun, upaya itu seakan sia-sia karena minimnya SDM warga di Desa tersebut.

Keadaan berubah seketika saat Satgas berupaya untuk membaur bersama warga di Desa Sedayu Hanya dalam kurun waktu 30 hari, keberadaan Satgas ternyata mampu mewujudkan perkembangan pembangunan, hingga SDM masyarakat setempat.

Bahkan, beberapa jalanan desa yang semula hanya setapak kecil untuk beraktivitas sehari-hari, kini sudah diperlebar oleh Satgas TMMD.

“Hasil survei di lapangan menetapkan jika Desa Sedayu, sangat layak dijadikan lokasi pelaksanaan program TMMD ke-109 di Kabupaten Purworejo,”.

kata Letkol Inf Lukman Hakim S.sos.M.si terdapat salah satu pembangunan jalan yang dinilai sangat penting untuk mendukung perubahan di Desa itu. Yakni, pembangunan jalan sepanjang 1665 meter Ini merupakan jalur alternatif penghubung antara Desa Sedayu, dengan Kecamatan Loano.

“Jalan yang sebelumnya berupa Makadam itu, tidak rata, kini sudah direhabilitasi total dan menjadi jalan Betonisasi dengan lebar 4 meter,” jelasnya.

Supandi (33) warga setempat, menuturkan, kini dirinya tak perlu lagi jauh-jauh memutar jalan jika hendak ke Loano.

Pasalnya, hanya dalam waktu 7 hingga 10 menit dengan kecepatan laju motor 40 km/jam, dirinya sudah tiba di Kecamatan Loano.

“Kebetulan, saya ini kan jualan bakso di Pasar Loano. Dulu, saya harus memutar arah dulu kalau mau ke Pasar tempat saya jualan. Kurang lebih sekitar 25 menitan lah,” bebernya.

“Sekarang, tidak sampai (30 menit). Perkiraan hanya 10 menitan, saya sudah tiba di Pasar tempat saya jualan,” imbuhnya.”Tutup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here