Home HL Berbenah, Pelanggan PT MEP Bakal dialihkan Sistem Pascabayar ke Prabayar

Berbenah, Pelanggan PT MEP Bakal dialihkan Sistem Pascabayar ke Prabayar

167
0

Laporan Cin

MUBA, jodanews.com – Persoalan distribusi listrik di Kabupaten Musi Banyuasin yang berada dibawah naungan PT Muba Elektrik Power (MEP) terus dibenahi, permasalahan tunggakan pelanggan yang menyebabkan PT MEP merugi menjadi perhatian pihaknya.

Guna mengantisipasi hal itu, PT MEP berencana menggandeng PT Miota untuk mengalihkan dan memfasilitasi pelanggan PT MEP dari sistem Pasca bayar menjadi sistem Prabayar dengan sistem aplikasi yang bisa di akses melalui android.

“Untuk perubahan itu, kita menggandeng BRI dalam pengelolaan penagihan rekening listrik dengan sistem BRI Link,” jelas Khoizul Fikri selaku Assiten Manajer Niaga PT MEP saat dibincangi awak media,Selasa (8/9/2020).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, hingga saat ini tunggakan pengguna listrik diwilayah Kecamatan Lais mencapai 9,7 milyar. Oleh karena itu, pencatatan stand meter dan penagihan terhadap pelanggan pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah desa dengan memanfaatkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) masing-masing desa.

“Pemerintah Daerah berharap bisnis PT MEP ini dapat dikelola oleh Bumdes masing masing desa sehingga dapat saling menguntungkan,” pungkasnya.

Sementara, Camat Lais Demoon Hardian Eka Suza SSTP MSi dalam kesempatan itu menjelaskan, dengan adanya kemudahan dalam membayar tersebut maka keterlambatan membayar akan dapat diantisipasi. “Selain itu, Bumdes di desa akan lebih aktif, bila perlu adanya suntikan dana sebagai penyertaan modal untuk Bumdes,” jelasnya.

Demoon menambahkan, ada beberapa dusun yang belum dialiri listrik, seperti dusun Tangai, Muara Padang dan Kemang Umur di Desa Epil yang sudah terpasang tiang dan kabel, namun hingga saat ini belum dialiri listrik.

Dalam kesempatan itu yang dihadiri pihak Bank BRI, Camat Lais juga menjelaskan jumlah peduduk di Kecamatan Lais berkisar 68ribu, oleh karena itu sudah selayaknya adanya perbankan di Kecamatan Lais, “Minimal kas pembantu dapat hadir dikecamatan Lais,” harapnya.

Beberapa usulan dan pertanyaan diajukan kepala desa, diantaranya Kepala Desa Teluk Kijing III Yupanzer Ahmad SE, dirinya meminta kepada pihak PLN dan PT MEP bukan hanya memikirkan keterlambatan pembayaran pelanggan, namun dirinya juga berharap pihak terkait mencari solusi atas sering padamnya listrik diwilayahnya.

Selain itu, Yupan juga meminta guna menghindari gangguan listrik dirinya mengusulkan agar pihak PT MEP dapat membebaskan area jalur kabel listrik, sehinga​ alasan adanya gangguan tanam tumbuh tidak menjadi alasan lagi.

Senada, Kepala Desa Tanjung Agung Selatan Indra Kesuma mendukung adanya kerjasama tersebut, namun dirinya meminta penjelasan dalam pengusulan pendirian, termasuk pembatasan dalam pendirian BRI Link tersebut.

“Sekarang ini didesa kami sudah ada tiga BRI Link yang diusulkan, sementara warga kami cuma sedikit,” ujarnya. (editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here