Laporan Harmoko/Tim
PALI, Jodanews.com- Aneh tapi nyata yang terjadi dengan Pembangunan Ruang Perpustakaan Sekolah Dasar Negeri 4 Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)Provinsi Sumatera Selatan, setelah Ramai diberitakan dibeberapa media Online kini Papan Merek Pembanguanan Ruang Perpustakaan Diganti dengan yang Baru.
Terkait Pergantian Papan Merek pembangunan Ruang Perputakaan SDN 4 Penukal Utara Tersebut mendapat Kritikan Pedas Dari Serorang Pemuda Desa Tempirai Dedi S Pergantian Papan merek menimbulkan Banyak Asumsi ditengah Masyarakat baik itu positif maupun negative.
Selanjutnya Dedi Menambahkan Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020, tentang Petunjuk Operasional dan Dana Alokasi Khusus Fisik bidang Pendidikan Tanhun Anggaran 2020. Yang harusnya dipasang bukan hanya papan merek tapi juga Papan Pengumuman yang berisikan Sumber Anggaran maupun Jumlah Anggaran, namun oknum kepaala Sekolah dengan sengaja tidak mengindahkan Petujuk Teknis yang ada.
Pembangunan Gedung Perpustakaan di SDN 4 Penukal Utara ini diduga banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan pasalya sudah nyata apa yang dilakukan Oleh Oknum Kepala Sekolah dimana telah dengan sengaja mengelabui masyarakat desa tempirai dengan tidak memasang papan merek pada saat pembangunan sudah berlangsung, namun ada yang lebih aneh lagi terkait pembangunan tersebut seolah-olah dengan sengaja juga tidak dilakukan pengawasan oleh dinas pendidkan Kabupaten PALI.
Kami Minta Kepada Dinas Untuk dapat Turun Kelapangan mengawasi Pembanguan Perpustakaan di SDN 4 Penukal Utara agar tidak terjadinya Sarat KKN yang bisa merugikan Negara.
Sementara Itu Kepala Dinas Pendidkan Kabupaten PALI Drs.Kamriadi, M.Si saat dikonfirmasi Melalui via WhatsApp mengatakan Kami Sudah mengarahkan agar Semua Pekerjaan harus mengacu pada Juknis permendikbud tahun 2020.
Selanjutnya Kamriari Mengucapkan Terima Kasih kepada awak media telah memberikan Informasinya, kami juga akan Segera Memerintahkan Kepala Sekolah Agar Segera Mematuhi Ketentuan Juknis dan nanti kita turunkan Tim Turun Kelapangan untuk melihat Permasalahan dilapangan, sedangkan untuk pengawasan pembangunan Fisik DAK 2020 Sudah diserahkan Kepihak Ke 3 Sebagai Konsultan Pengawas, ungkapnya.
Disinggung kapan Tim dari dinas Pendidikan Akan turun kelapangan kepala dinas pendidkan tidak menjawab.
Sementara itu Kepala Sekolah SDN 4 Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI Sampai Berita Kedua lanjutan Ditayangkan Juga Belum Bisa Dikonfirmasi.
Diberitakan Sebelumnya pada media ini Pembangunan Gedung Perpustakaan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan disoal warga pasalnya pembangunan gedung perpustakaan tersebut tidak diduga ada transparansi anggaran dipapan informasi proyek tersebut tidak disebutkan sumber dana maupun jumlah anggarannya.
Menurut salah satu masyarakat Desa Tempirai yang enggan namanya dipubilkasikan mengatakan, pembangunan gedung Perpustakaan SDN 4 Penukal Utara patut diduga tidak transparan dan sarat KKN. Ketidaktransparanan tersebut terksesan ada unsur sengaja dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah karena tidak tertulis rinci baik itu sumber anggaran maupun jumlahnya, ungkapnya kepada awak media Warta Reformasi, Jumat (14/8/2020).
Ya kita sebagai masyarakat awam tidak tau dari mana sumber dana dan berapa besarannya, karena yang perna saya lihat kalau proyek yang bersumber dana dari pemerintah biasanya dipapan proyek tertulis baik itu sumber dana maupun jumlahnya, tapi pembangunan gedung perpustakaan sekolah ini kok tidak ditulis. ada apa ini, ungkapnya.
Senada juga yang dikatakan Sdr HR, selaku tokoh masyarakat Desa Tempirai mempertanyakan ketransparanan anggaran pembangunan gedung Perpustakaan SDN 4 Penukal Utara yang pada papan proyek tidak disebutkan sumber dana dari mana serta jumlah anggarannya berapa, tanya Hr.
Kami masyarakat minta kepada pihak terkait terkhusus Dinas Pendidikan Kabupaten PALI untuk menindaklanjuti persoalan ini, patut diduga hal ini ada unsur sengaja untuk mengelabui masyarakat, dan menimbulkan berbagai asumsi kecurigaan publik, ada apa ini?, kata HR(editor Jon Heri)








