BANYUMAS – Dibalik mulusnya jalan TMMD Reguler ke-108 Kodim 0701/ Banyumas, ternyata ada sejumlah warga Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang bermurah hati untuk menghibahkan sebagian tanahnya untuk pembangunan jalan itu.
Selain Rasmi (50), atu warga Dukuh Semingkir RT. 05 RW. 03, sejumlah warga di Dukuh Semingkir lainnya, juga menghibahkan tanahnya untuk jalan TMMD.
Sebut saja, Mbah Sahid (82) petani (20 x 3 meter), kemudian putrinya yaitu Rukhyati (47) seluas 2 are atau 200 meter persegi, Ribut (56) sepanjang 25 x 3 meter, dan juga Kanem (75), RT. 02 RW. 03, seluas 2 are atau 200 meter persegi.
Bagi Rasmi, wanita paruh baya dan pembuat gula kristal itu, dia bangga bangga bahwa secuil tanah berukuran panjang 10 meter dengan lebar 10-50 centimeter untuk pembuatan talud, akan melancarkan aktivitas mayoritas petani di desanya. Termasuk juga wisatawan yang akan berkunjung ke Obyek Wisata Curug Nangga, air terjun bertingkat tujuh.
Menurut Serka Eko Budi Wiyono, Babinsa Petahunan, pembangunan jalan TMMD sepanjang 1,8 kilometer lebar 3,75 meter dari Jalan Semingkir menuju Curug Nangga, memang mengorbankan sedikit tanah milik Rasmi.
“Bu Rasmi adalah salah satu warga Dukuh Semingkir yang secara ikhlas merelakan tanahnya terpangkas untuk kepentingan bersama. Talud yang telah dibangun di depan rumahnya untuk menguatkan jalan beton TMMD,” beber Serka Eko Budi Wiyono. (Ags)








