Lumajang, TMMD 108, Lambanian tangan dan acungan jempol, iringi langkah Prajurit TNI tergolong dalam Satgas TMMD 108, meninggalkan Desa Pandansari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang Jawa Timur, untuk kemudian menuju ke kesatuan masing-masing.
Hal itu kian menandakan semangat warga desa setempat, tempat pelaksanaan program TMMD ke 108 TA 2020, untuk menjalani kehidupan dengan insfratruktur yang baru dihari kemudian.
Kerja nyata prajurit TNI melalui program TMMD, merubah masyarakat Desa Pandansari yang dulunya terisolir, menjadi makmur dengan motivasi berkembang melalui akses perekonomian yang mapan.
Tercatat, banyak hal yang bisa dipetik selama kegiatan TMMD tersebut berlangsung. Sedaari pemanfaatan sarana dan prasarana pembangunan fisik, juga peningkatan mutu dan SDM masyarakat setempat melalui kegiatan non fisik TMMD.
Sejumlah kegiatan non fisik, kian menanamkan rasa optimis dan pemikiran yang maju lebih dan berkembang pada masyarakat setempat.
Juga, hasil sasaran fisik, saat ini terpantau masyarakat sudah nyaman berkegiatan dengan adanya sejumlah sarana dan prasarana yang baru. Membuat mudah dan cepat dibandingkan dengan waktu sebelumnya. Jalan yang dulunya setapak dan dipenuhi oleh semak belukar disisi kanan dan kiri, saat ini sudah mapan, luas dan nyaman dilalui.
Danki Satgas TMMD Lettu Inf Sugiono dikonfirmasi media ini mengatakan, sejuta harapan warga terjawab melalui program TMMD.
Kata dia, hal itu merupakan wujud kepedulian pemerintah pada masyarakat dalam halnya berkolaborasi dengan TNI.
“Harapan kedepannya, masyarakat akan meningkat dari sisi ekonominya. Sarana penunjang saat ini sudah ada, jadi masyarakat harus bangkit sehingga taraf hidup akan terus berkembang serta anak cucu mereka kelak akan menuai hasil yang mapan pula,” tukas Lettu Inf Sugiono. (Pendim 0821).





