BANYUMAS – Adalah Bu Rasmi (43), salah satu pengrajin gula kristal di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang hingga saat ini masih bertahan, dari sekian banyak profesi serupa yang ada di desanya.
Menyusul adanya gelaran TMMD Reguler ke-108 Kodim 0701/Banyumas di desanya, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di RT 05 / RW 03, Desa Petahunan itu, ada secercah harapan bagi dirinya. Yakni, melalui TMMD dari Kodim Banyumas itu, nantinya ada arahan, bimbingan dan bantuan modal untuk membesarkan usaha rumahannya itu.
”Semoga saja, nantinya melalui TMMD dari Kodim Banyumas di desa kami, diupayakan oleh Bapak-Bapak Tentara ada pihak yang mengucurkan bantuan untuk mengembangkan usaha saya,” harap Bu Rasmi kepada Tim Pendim Banyumas yang menemui di rumahnya, Sabtu (20/06/2020).
Diketahui, gula kristal atau gula semut hasil olahan pengrajin di wilayah Banyumas dikirim ke sejumlah kota dan bahkan sebagian lagi sudah dikirim untuk ekspor ke beberapa negara di Eropa.
Gula itu sendiri sudah beberapa kali diteliti oleh para ahli di Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Hasilnya, gula ini tergolong sehat dikonsumsi karena tidak mengganggu pankreas. Selain itu, gula kristal ini juga meningkatkan insulin sehingga aman bagi penderita diabetes.
Salah satu pelaku eksportir gula kristal, Restyarto Efiawan yang juga dosen pascasarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengatakan, saat ini dirinya terus menyosialisasikan gula kristal sebagai gula aman konsumsi hingga ke beberapa negara Eropa. (Ags)








