Laporan : Penrem 044/Gapo
PALEMBANG, Jodanews.com – Komandan Korem (Danrem) 044/Gapo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji SIP SSos, pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan pelaksanaan Posko Satuan Tugas (Satgas) siaga darurat bencana asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Sumsel tahun 2020, di Kantor BPBD Provinsi Sumsel Jalan Gubernur Asnawi Mangku Alam Kelurahan Talang Betutu Kecamatan Sukarami Palembang, Kamis (18/6/2020).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol Drs Djihartono, Dir Reskrimsus Polda Sumsel diwakili AKP Nazirudin SH MSi, Kepala BPBD Sumsel H Iriansyah SSos SKM MKes, Danlanud SMH Palembang diwakili Kadis Ops Lanud SMH Palembang Letkol Pas Iyan Rusdian SE, Biro Ops Polda Sumsel AKBP Teguh, Kepala Staf Klim Kelas I Palembang Nuga Putrantijo SP MSi dan Tim Restorasi Gambut Provinsi Ir Dharma Dahlan MM.
Kemudian, dihadiri juga Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Pandji Tjahjanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertahanan Desa Provinsi Sumsel Drs H Edward Candra MH, Kasat Pol PP Provinsi Sumsel H Aris Saputra SSos MSi, GM Airnav Cabang Palembang Ida Yuniarti, perwakilan APHI Anita, Perwakilan PPI Karhutla, perwakilan GAPKI Sumsel Alex dan perwakilan Angkasa Pura II.

Dalam sambutanya, H Iriansyah menyampaikan, hari ini, kita melaksanakan rapat perdana dalam rangka penanganan Karhutla di Provinsi Sumsel, dengan melibatkan semua pihak dan instansi, karena luasnya dampak dari Karhutla.
“Mari kita bersama-sama bekerjasama untuk bisa mencegah Karhutla di Provinsi Sumsel,” ujar Kepala BPBD Sumsel.
Sementara itu, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji SIP SSos, menyampaikan, kita sama-sama berharap, Karhutla di Provinsi Sumsel tahun ini, tidak sama dengan tahun kemarin.
“Pergub terkait penanganan Karhutla telah di tanda tangani Gubernur dan saya ditunjuk sebagai Komandan Operasi dengan membawahi beberapa Sub Satgas,” terang Danrem.

Lebih lanjut Danrem menjelaskan, bahwa tugas ini, bukan merupakan hal yang baru, namun kita wajib mengantisipasi, karena pengalaman tahun 2015, maka Karhurla yang perlu kita waspadai dengan tetap melaksanakan dengan langkah-langkah prepentif, sehingga Karhutla di tahun 2020 dapat di atasi dengan baik.
“Penyebab kebakaran lahan hanya beberapa persen disebabkan oleh alam (1-5%), namun yang paling banyak yaitu karena kelalaian manusia dan kebiasaan manusia, sehingga kebakaran lahan bisa terjadi,” jelas Danrem.
Lanjut Danrem, saya juga telah mendapat petunjuk dari Gubernur, Kapolda dan Pangdam II/Sriwijaya dalam menanggulangi Karhutla di Provinsi Sumsel.
“Saat ini saya telah mengambil langkah-langkah awal dalam penanganan Karhutla, yaitu pertama, mendirikan Posko Karhutla di Makorem 044/Gapo. Kedua, membentuk Sub-Sus Satgas di daerah yang melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan perangkat desa dengan metode pagar betis dalam penanganan Karhutla di wilayah. Ketiga, memerintahkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta perangkat desa untuk mensosialisasikan bahaya dari Karhutla, agar para petani tidak membakar lahan saat melakukan pembukaan lahan dan keempat, saya telah menyiapkan personel sebanyak 3.000 orang, dengan diberi pelatihan dan peralatan untuk menangani Karhutla di Provinsi Sumsel, karena di Provinsi Sumsel ada 1.200 hektar lahan gambut yang rawan untuk terjadinya kebakaran,” ungkap Danrem.
Tambah Danrem, untuk itu, saya mengajak semua yang hadir disini untuk mendukung kegiatan penanganan Karhutla di Provinsi Sumsel secara maksimal dan bekerja keras, sehingga kebakaran lahan bisa di tangani dengan cepat, serta potensi terjadinya Karhutla bisa kita tekan,” ujar Danrem.
“Selalu diingat, dampak dari Karhutla bisa sangat besar, sehingga Karhutla ini perlu menjadi perhatian kita semua,” pungkas Danrem. (Editor Jon Heri)








