PERKALONGAN, Jodanews.com – Target maksimal benar-benar diterapkan oleh jajaran Kodim 0710/Pekalongan, saat menggelar TMMD Reguler ke-107 di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Betapa tidak, sementara sejumlah sasaran fisik pokok, yakni pengaspalan jalan dan pembangunan talud belum selesai, begitu juga untuk sasaran fisik tambahan, rehab 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga masih meninggalkan pekerjaan sisa, di H -8 menjelang berakhirnya pelaksanaan TMMD, satu lagi sasaran fisik tambahan yang sudah diprogramkan, yakni pembangunan Pos Kamling, mulai disentuh, Rabu (08/04/2020)
Diketahui, di TMMD Pantirejo, Kodim Pekalongan memprogramkan dua sasaran fisik pokok, yakni peningkatan jalan (pengaspalan) sepanjang 2.550 Meter dengan lebar 3 Meter, dan pembangunan turap/talud di dua titik, yakni untuk talud I, sepanjang 450 Meter dengan tinggi 1 Meter, dan talud II, sepanjang 350 Meter dengan tinggi 1 Meter.
Sementara itu ada tiga sasaran tambahan, masing-masing rehab RTLH 10 unit, rehab TPQ 1 unit (sudah selesai 100 persen). Satu lagi sasaran fisik tambahan, adalah pembangunan Pos Kamling sebanyak 3 unit, dan di H -8 menjelang berakhirnya pelaksanaan TMMD baru mulai disentuh.
Yang menyebabkan, beberapa pihak optimis, 3 unit pembangunan Pos Kamling itu akan selesai sebelum TMMD ditutup, adalah semangat para anggota Satgas TMMD yang tidak pernah padam, demikian juga untuk pelibatan warga masyarakat juga cukup besar.
Selain itu, seperti dituturkan Babinsa Pantirejo, Sertu Sutrisno, ada beberapa orang diluar Desa Pantirejo yang ikut membantu pembangunan Pos Kamling yang salah satu titiknya di pertigaan Dukuh Sutosari, Desa Pantirejo tersebut. Salah satunya adalah Hambali (40), asal Dukuh Lebo, Desa Lebo, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang. (rus)






