Laporan Cin
MUBA,jodanews.com – Wahana air Cha-Cha Water Fun yang berada di Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel menelan korban. Salah satu pengunjungnya yakni Paulo Maldini (10) tewas tenggelam sekitar pukul 15.15 WIB.
Dari informasi yang dapat dihimpun, korban merupakan warga Jalan Kapten A Rivai Kelurahan Balai Agung Sekayu ini pergi dari rumah bersama lima temannya sekitar pukul 13.30 WIB ke Cha-Cha Water Fun untuk berenang.
Sesampainya di lokasi, anak pasangan Fikrianto dan Nuraida ini, bersama teman-temannya bermain air seperti biasa, namun saat berada di kolam bagian belakang dengan kedalaman lebih dari 1 meter korban yang diketahui tidak dapat berenang mendadak tenggelam.
Sejumlah pengunjung yang mengetahui kejadian, langsung berusaha menolong korban yang saat itu sudah dalam posisi mengambang. Korban pun langsung dinaikkan dari atas air guna mendapatkan pertolongan pertama. Selanjutnya, korban langsung dibawa ke RSUD Sekayu. Namun sayang, setibanya di rumah sakit korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban tadi datang bersama teman-temannya, kejadian sekitar pukul 15.15 WIB,” ujar Manajer Cha-Cha Water Fun, Candra, Selasa (12/11/18).
Saat kejadian itu, Chandra mengakui, pengawasan di kolam renang tidak begitu ketat. Hal ini disebabkan keterbatasan pegawai. “Untuk pengawasan itu ada 3 orang, kadang 4 orang membantu. Mereka mobile, akan tetapi pada hari ini sedang ramai sehingga pengawasan tidak begitu maksimal,” jelasnya.
Dikatakan Chandra, pertama kali mengetahui ada yang tenggelam, dari teriakan pengunjung, oleh pengawas yang merupakan siswa sekolah lagi magang langsung menuju kelokasi dan mengangkat tubuh Paolo.
“Oleh saya langsung melakukan pertolongan dan membawa ke rumah sakit untuk diberikan perawatan medis, namun kondisi korban sudah tidak bernyawa,” ujarnya.
Sementara, di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Kapolsek Sekayu Iptu Heri Suprianto, melalui Kanit Reskrim Polsek Sekayu, Ipda Suroso mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari warga terkait kejadian bocah tewas tenggelam dikolam renang Cha-Cha Water Fun.
Dari laporan itu, pihaknya langsung kelokasi guna melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Kita sudah mengumpulkan keterangan beberapa saksi di lokasi kejadian, dan juga kita meminta keterangan dari manajemen pengelola Cha-Cha Water Fun,” tegas dia.
Terpisah, orang tua korban, Fikrianto, mengatakan, dirinya pertama kali mengetahui peritiwa itu dari pegawai Cha-Cha Water Fun yang datang kerumahnya. “Mereka bilang pingsan, terus saya langsung ke lokasi, tapi tidak ada lagi karena dibawa kerumah sakit, sampai disana (rumah sakit) sudah meninggal,” ucap dia.
Dikatakan Fikri, anaknya pergi bersama lima temannya usai pulang sekolah dan pamit dengan neneknya untuk pergi bermain. “Kelas IV SD, pulang sekolah pamit sama neneknya untuk main. Kalau kesana (Cha-Cha Water Fun) memang sering, anak saya belum bisa berenang,” terang dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, sebelum kejadian tersbeut menimpa anak kedua dari tiga bersaudara itu, tidak ada firasat apapun yang dialami pihak keluarga, karena korban tidak menunjukkan perubahan sikap apapun. “Tidak ada firasat, semuanya seperti biasa,” tandasnya.(editor Jon Heri)








