Laporan Harmoko
PALI, Jodanews.com- Sejumlah warga menuding Bumdes di Desa Tempirai Selatan, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang selama ini mendapatkan anggaran dari Dana Desa (DD) yang digelontorkan oleh pemerintah pusat diduga sarat KKN. Warga juga mempertanyakan kegiatan usaha Gas Elpiji 3 Kg yang dikelola Bumdes tersebut, kata warga setempat yang minta identitasnya tidak mau dipublikasikan, Selasa (30/7/2 019).
Pengelolaan anggaran Bumdes selama Dana Desa (DD) bergulir, tidak pernah berjalan dengan baik, Bahkan jenis usaha yang sudah ada pun seperti Penjualan gas elpiji ukuran 3 Kg tidak jelas siapa sebenarnya pengurusnya. “Anggarannya sangat besar bahkan sejak berdiri dari tahun 2016 sampai 2019 terus ditambah untuk permodalan, namun usahanya sekarang diduga tidak sesuai jumlah tabung gas dengan modal yang sudah dikucurkan,” ucapnya.
Terpisah warga Tempirai Selatan yang berinisial AR menilai, pembelian tabung gas usaha Bumdes juga sangat tidak sesuai dengan jumlah peredaran tabung gas yang ada hanya 80 buah di Bumdes. Diduga tahun 2019 ini permodalan Bumdes di tambah hampir ratusan juta rupiah,” Katanya.
“Nah, ini yang mesti segera disikapi oleh pihak terkait, jangan sampai pengelolaan Bumdes sendiri dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dan golongan.”ia juga menilai jumlah tabung gas elpiji usaha Bumdes bila dibanding dengan total modal yang sudah dikucurkan pada tahun 2019 ini saja mencapai seratus juta rupiah diduga sangat tidak sesuai, kenapa demikian karena menurut hitung-hitungan sederhana saya dari uang seratus juta tersebut sudah bisa membeli hampir mencapai 700 buah tabung gas Elpiji 3 Kg, sedangkan yang beredar saat ini hanya 80 buah tabung gas dan berbagai dugaan lain yang diduga syarat KKN dalam pengrealisasian Dana Desa (DD) dan Anggran Dana Desa (ADD) ” cetusnya.
Bumdes Desa Tempirai Selatan, sejak didirikan Bumdes sejak tahun 2016, dalam pengurusan diduga dikelolah oleh istri kades sendiri.
Dikatakan AR , Jika benar setiap tahun dianggarkan penambahan modal Bumdes, sudah otomatis jumlah tabung gas elpiji semakin banyak, ia juga menambahkan anehnya diduga jumlah tabung gas yang ada dikelolah Bumdes Tempiari Selatan berkisaran kurang dari 80 buah ( tabung gas –red),
Sementara Kepala Desa Tempirai Selatan, Paradi Husin, menyangkal atas tudingan masyarakat terkait pengelolaan dana Bumdes yang diduga diselewengkan Kades,” itu tidak benar. dan penambahan modal sudah kami realisakan untuk beli tabung gas elpiji,” kata Paradi.(editor Jon Heri)








