Laporan Meida Sari
PALEMBANG, Jodanew.com – Guna melengkapi berkas ke Kejaksaan, Jajaran Polsek IT I Palembang, melakukan rekontruksi pengeroyokan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia.
Korbannya diketahui merupakan tukang parkir di Jalan Lingkaran I Dempo Luar Kelurahan 15 Ilir Kecamatan IT I Palembang, pada Senin (15/10/2019) pukul 11.30 lalu, hingga korban meninggal.
Dalam rekontruksi setidaknya ada 12 adegan yang diperagakan. dihalaman Polsek IT I Palembang, (29/8/2019), terlihat salah satu tersangka sempat menendang korban M Yusuf Ibrahim (35) meski sudah di tusuk sebanyak satu kali diperutnya.
Dalam rekontruksi pengeroyokan yang mengakibatkan meninggal tersebut, dengan tersangka Rafli Rifaldi (22) warga Slamet Riadi Lorong Jambu Kelurahan 8 Ilir Kecamatan IT III Palembang bersama adiknya Arfandi Aldi (20).
Salah satu adegan, korban M Yusuf Ibrahim (35) sempat menendang tersangka Rafli meski sudah di tusuk sebanyak satu kali diperutnya.
“Saat aku kejar, tersangka itu sempat lari untuk meminta pertolongan. Ketika korban balik badan, langsung aku tusuk perutnya. Saat terjatuh, aku mau menusuk lagi tetapi ditendang korban,” ujar tersangka Rafli.
Selang beberapa menit, ketika korban terjatuh datang adik tersangka Arfandi dengan satu pelaku lain (DPO) akan menusuk korban. Namun, karena warga yang berteriak membuat ketiganya kabur menggunakan sepeda motor.
Diketahui tersangka ini merupakan anak buah dari korban untuk menjaga parkiran di Jalan Dempo Luar Kecamatan IT 1 Palembang. Tersangka kesal, lantaran selalu ditagih uang setoran parkir yang sebelumnya sudah disetor.
Pengeroyokan dan pembunuhan yang dilakukan terhadap korban Yusuf, terjadi L di Jalan Lingkaran I Dempo Luar Kelurahan 15 Ilir Kecamatan IT 1 Palembang, Senin (15/10/2019) pukul 11.30 Wib lalu. Korban tewas dengan usus terburai, setelah sebelumnya dikeroyok kakak adik ini dan ditusuk serta disabet menggunakan sajam.
Sementara, Kapolsek IT I Palembang Kompol Edi Rahmat didampingi Kanit Reskrim Iptu Alkap dan Panit 2 Ipda A Wahab menuturkan, rekontruksi yang dilakukan ini untuk melengkapi berkas perkara kedua tersangka yang akan dilimpahkan ke pihak kejaksaan.
“Motifnya, karena masalah setoran parkir, bukan rebutan lahan parkir. sehingga tersangka ini memutuskan untuk mengeroyok korban hingga tewas,” ujarnya. (editor Jon Heri)








