Laporan Meida Sari
PALEMBANG, Jodanews.com- Konflik Agraria antar warga dua provinsi di perbatasan Provinsi Lampung dan Provinsi Sumsel kini ditindaklanjuti oleh Polda Sumsel dengan mengirimkan personil gabungan guna menenangkan warga masyarakat yang masih emosi dan memanas.
Kejadian naas yang terjadi di wilayah Register 45 Mesuji Lampung, mengakibatkan 3 orang warga Desa Mekar Jaya OKI Sumsel meninggal dunia dan 2 warga Pematang Panggang Mesuji Lampung meninggal dunia serta 2 lainnya mengalami luka berat dan harus dirawat intensif di rumah sakit.
“Kita sudah menurunkan Tim dan mencegah serta membujuk keluarga, masyarakat jangan sampai ada aksi susulan,” ujar Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Kamis (18/7/2019).
Terjadinya bentrok masa dua daerah tersebut terjadi kemarin siang sekitar pukul 11.00 WIB. Lokasinya terjadi di area lahan Register 45 Mesuji, pada Rabu (17/7/2019)./Korban yang berjatuhan dalam konflik tersebut hingga hari ini sudah dievakuasi dan dibawa ke desa masing-masing. Namun, untuk meredam adanya bentrok susulan, Polda masing-masing wilayah sudah menurunkan personilnya ke dua wilayah yang ada.
“Sampai saat ini masih kondusif dan sudah aman terkendali. Polda Lampung sudah mengirimkan personil begitupun dengan kita juga sudah untuk menjaga wilayah masing-masing. Koordinasi yang sudah kita lakukan yakni dengan membagi wilayah tugas. Kita Polda Sumsel mengamankan wilayah Mekar Jaya, demikian Polda Lampung mengamankan Pematang panggang, jangan sampai masyarakat bereaksi kembali,” jelas dia.
Dikatakan Supriadi, pihaknya kini membagi tugas dan menurunkan 130 personil gabungan yang ditugaskan di perkampungan dan beberapa titik yang dianggap rawan. Semua personil langsung diintruksikan untuk langsung masuk ke desa dan menenangkan warga masyarakat.
“Tadi sudah diperintahkan untuk segera menemui tokoh-tokoh masyarakat yang ada, kepala desa, bila perlu ke masyarakat langsung. Ada pun jumlah personil gabungan Polri dan TNI yakni, Brimob Blitang 33 personil, Sabara Polres OKI, 15 personil, Rayol Polsek 20 personil, Intel 10 personil, 22 personil Polsek Mesuji, Reskrim 10 personil, Binmas 10 personil dan dari Koramil 10 personil,” jelasnya.
Masih dikatakan Supriadi, hingga siang ini dirinya terus memantau perkembangan di wilayah perbatasan tersebut. Dirinya selalu mendapat laporan dari Kapolres OKI tentang situasi terbaru yang terjadi.
Saat dikonfirmasi Kapolres OKI, AKBP Donni Eka Syaputra membenarkan kondisi wilayah perbatasan yang saat ini sudah berangsur kondusif. Menurutnya, saat ini pihak kepolisian terus melakukan himbauan kepada warga masyarakat agar menahan emosinya sehingga tidak muncul korban lainnya.
“Kondisi sudah aman. Kita mengantisipasi agar tidak ada serangan balasan. Mudah-mudahan kondisi terus kondusif,” ujar dia. (editor Jon Heri)








