Home HL Dua Tahanan Rutan Pakjo Kembali Ditangkap, Dua Lagi Masih Dalam Pengejaran

Dua Tahanan Rutan Pakjo Kembali Ditangkap, Dua Lagi Masih Dalam Pengejaran

162
0

Laporan Meydasari

PALEMBANG, Jodanews.com – Sehari dilakukan pengejaran terhadap 4 tahanan yang kabur, akhirnya dua dari empat napi yang kabur dari sel tahanan Rutan Klas I Pakjo Palembang kembali ditangkap. Penangkapan tersangka berkat petugas gabungan dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel.

Dari Informasi yang dihimpun, kedua warga binaan yang telah ditangkap kembali yakni David Haryono alias Ono, warga binaan yang sebelumnya dihukum 20 tahun penjara atas kepemilikan 3 kg shabu ditangkap di kawasan Kertapati Palembang, Sabtu (6/7/2019) malam.

Sedangkan warga binaan bernama Syarif Hidayat menyerahkan diri ke LP Pakjo, pada hari yang sama. Selain itu dua napi lainnya, yakni Subhan dan Feri masih dilakukan pengejaran oleh petugas.

“Syarif menyerahkan diri kemarin sore, tapi kalau David ditangkap semalam,” ucap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumsel Sudirman D. Senin (8/7/2019)

Selain itu Sudirman juga menjelaskan, untuk 15 petugas piket jaga saat pasca kaburnya 4 tahanan tersebut masih diberikan kesempatan untuk ikut melakukan pengejaran bersama instansi terkait.

“Regu yang bertugas masih saya beri kesempatan untuk melakukan pengejaran bersama aparat terkait sampai dengan sore ini. Besok, mereka baru akan saya panggil ke Kanwil untuk dilakukan pemeriksaan,”jelasnya.

Menurutnya, tim yang akan melakukan pemeriksaan sudah dibentuk yakni merupakan tim gabungan dari Kanwil dan Rutan yang dipimpin Kepala Divisi Pemasyarakatan.

“Untuk dua warga binaan yang ditangkap sudah berada di LP dan masih menjalani pemeriksaan oleh petugas,” imbuhnya.

Sebelumnya, keempat warga binaan kasus narkoba tersebut diketahui telah melarikan diri saat pergantian regu jaga pada, Jumat (5/7/2019) pagi. Petugas menemukan blok D13 yang seharusnya diisi oleh 5 orang napi, hanya tersisa 1 orang. Petugas jaga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Setelah dilakukan pemeriksaan sementara, ternyata mereka kabur dengan cara menggergaji terali besi. Kemudian mereka lari melalui bagian belakang rutan dan Menjebol tembok kemudian merusak pagar kawat duri.

Di sekitar pagar kawat, petugas menemukan kain sarung yang diduga dimanfaatkan para napi untuk melarikan diri. Napi melewati pos jaga yang sudah tidak digunakan lagi di bagian belakang rutan dan melarikan diri.
Sudirman menjelaskan, empat tahanan berhasil melompati tembok sel dengan menggunakan kain sarung. Hal itu setelah petugas menemukan sarung yang tertinggal diatas pos jaga.

Selain itu, 15 petugas yang berjaga saat kejadian sat ini masih diperiksa petugas untuk menyelidiki kasus tersebut .

“Mereka akan diperiksa bagaimana bisa gergaji besi tersebut masuk ke dalam sel. Ini yang mejadi perhatian khusus kami,”tandasnya. (editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here