Laporan Abiyasa
PALEMBANG, Jodanews.com – Wajah Ratu Dewa memperlihatkan kegembiraan dari raut wajahnya usai resmi menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Senin (1/4/2019) di ruang rapar Parameswara Kota Palembang.
Ditambah lagi saat disalami sejumlah tamu undangan yang menyaksiskan pelantikabn dirinya sebagai Sekda Kota Palembang dia terus tersenyum.
Usia disalami sejumlah tamu undangan, kepada Wartawan, Ratu Dewa menceritakan parasaan setelah dilantik, dia tidak mampu mengucapkan secara detail perasaan saat itu.
“Perasaan bahagia itu pasti, namun yang buat sedih itu saat salaman dengn orang tua, memang benar berita yang kalian buat selama ini, sukses ini berkat berkat doa emak, mulai mengantarkan merantau mulai dari SD hingga pencapain saat ini,”katanya.
Bahkan, pejabat tinggi pratama dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang ini, tidak menyangka, cita citanya semasa kecil hanya sebatas ingin menjadi Insinyur Pertanian, yang ingin mengabdikan dirinya di kampung halaman bertolak belakang harus terjun di dunia birokrasi.
“Jadi Sekda tidak terpikir sama sekali cita cita hanya ingin jadi Insinyur pertanian, kok bisa jadi di biroksrasi hingga jadi ASN tertinggi di Pemkot Palembang,” ungkapnya.
Meski cita cita yang di inginkan tidak tercapai, namun menjadi Sekda Palembang salah satu bagian pengabdian dirinya sebagai pelayan masyarakat.
“Saya kerja maksimal, kerja terbaik dan alhamdulilah atasan mempercayai saya,” tegasnya. Nah duduk dibangku Sekda, kata Dewa dirinya mempunyai program kerja jangke pendek, menerapkan visi dan misi Palembang sebagai kota Digitalisasi berbasis teknologi.
“Saya inginkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ada aplikasi khusus, aplikasi berbasisi digitalisasi ini bisa digunakan untuk perencanaan kerja, pelaksanaa hingga evaluasi,” jelasnya.
Mengapa? kata Dewa wajib memiliki aplikasi khusus dalam pelayanan ini, kata Dewa ini bertujuan untuk memutus mata rantai KKN. “Ini sifatnya wajib, setiap OPD wajib memiliki aplikasi khusus untuk memutus mata rantai KKN, jadi tidak ada pertemuan langsung antara petugas dan pelayan,” tegasnya.(editor Jon Heri)









