Home HL Kapolda Ajak Masyarakat dan Media Untuk Menghindari Berita Hoax

Kapolda Ajak Masyarakat dan Media Untuk Menghindari Berita Hoax

145
0

Laporan Maida Sari

PALEMBANG, Jodanews.com  – Dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Sumatera Selatan. Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengajak masyarakat dan media untuk menghindari Berita hoax atau berita bohong yang dapat menjadi perselisihan di tingkat masyarakat.

Apalagi Informasi yang salah bisa dapat menjadikan perpecahan. Kita paham berita hoax sudah berjalan sejak masa sebelum pemilu dan kampanye, dan sekarang masih terjadi. Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya, artinya teman media juga bisa membantu memastikan, cek dan ricek dulu dalam pemberitaan”

“Kita juga tidak mau nanti di kemudian hari di antara kita pecah. Kami sudah mendatangi para tokoh masyarakat dan agama. Mereka sudah berani menjamin tidak akan terjadi apa-apa di wilayah Provinsi Sumsel,” ujarnya. Kamis (25/4/2019).

Untuk meredam berita hoax pasca pemilu, kapolda meminta kepada masyarakat untuk bersabar menunggu ketetapan hasil resmi dari KPU yang artinya, tetap memantau hasil yang ada dan tidak melakukan hal-hal yang kontra produktif.

“Marilah kita bersabar, bila perlu jangan melakukan kontra produktif. Kami tetap akan mengawasi demokrasi agar tidak ada kecurangan dalam pesta demokrasi kita.”

“Secara umum, aman-aman saja. Saya mengimbau kita seluruh warga masyarakat dan para caleg dan pendukung paslon pilpres untuk bisa menahan diri. Kita mempercayakan kepada KPU daerah dan KPU Pusat.

“Hasil yang diumumkan harus kita awasi, itulah yang diakui berdasarkan peraturan perundang-undangan. Tentu hitungan real lah yang akan diumumkan nanti bagi pilpres dan pileg,” jelasnya.

Untuk memastikan keamanan yang ada Kapolda juga sudah menurunkan anggota untuk memantau penghitungan suara sejak awal mulai dari penghitungan tingkat kecamatan hingga KPU Daerah.

“Sekarang memang sedang dilakukan rekapitulasi ditingkat PPK nanti, akan dibawa ke KPUD. Ada yang sudah selesai, dan ada juga sebagian yang masih penghitungan. Penghitungan tingkat kecamatan akan berakhir tanggal 28 April nanti,” jelasnya. (Editor Jonheri)

Pengamanan oleh Kepolisian mulai kotak suara, hingga penghitungan ditingkat kecamatan dan daerah. Dimana fokus kepolisian adalah melakukan pengamanan logistik.

Mulai dari Keamanan gudang, mengantisipasi tidak adanya masalah di tingkat PPK, kami mengerahkan setiap PPK dijaga 10 orang. Fokus kami, adalah mengamankan logistik pemilu ditingkat PPK, dan mengamankan rekapitulasi suara hingga selesai.

“Jangan ada penyelewengan yang disengaja, maupun ada upaya penyelewengan dari lara caleg atau paslon tertentu yang melakukan upaya merubah angka,” ujarnya.

Lanjut Kapolda, dirinya pun meminta kepada masyarakat untuk percaya penuh terhadap Bawaslu dan KPU dalam pengamanan Pemilu. Menurutnya, masyarakat Sumsel sejauh ini dapat bekerja sama dalam menjaga kedamaian dan keamanan.

Saya kira masyarakat Sumsel mencintai kedamaian dan kebersamaan. Memang ada unjuk rasa kemarin mengatas namakan Komando pemilu curang (Komando Perang). Saya rasa itu sah-sah saja, jangan justru nanti kegiatan itu bersifat intimidatif untuk memaksakan kehendak kita.

“KPU sudah saya datangi dengan Bawaslu, mereka akan memastikan membuka laporan jika ada kecurangan,” jelasnya. (Edi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here