Home HL Fitri Ajak Camat di Palembang Hasilkan Uang dari Sampah

Fitri Ajak Camat di Palembang Hasilkan Uang dari Sampah

154
0

Laporan Abiyasa

PALEMBANG, Jodanews.com  – Wakil Walikota Fitrianti Agustinda mengajak kepada semua camat yang ada di Kota Palembang untuk berinovasi dalam pengelolaan sampah dengan metode instalasi pengolahan bank sampah pada Reuse,  Reduce, dan Recyle (3R) yang ada di Kalidoni dan Sematang Borang.

Melalui edukasi yang diterapkan dua Kecamatan tersebut,  Wakil Walikota Fitrianti Agustinda mengatakan jika sampah yang ada seluruh di kecamatan ini ternyata bisa menghasilkan uang tentunya dengan pengelolaan dan penataan yang benar.

“Setiap harinya sampah yang masuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) 2 Karyajaya 1200-1300  ton perharinya. Jika semua itu menumpuk dan tidak bisa dikelola maka akan menumpuk seperti TPA Sukawinatan.  Nah jika ada sistem pengolahan sampah yang ada di bank sampah Kecamatan Kalidoni ini maka akan mengurangi volume yang ada di TPA tersebut karena sudah dikelola,” jelasnya, Selasa (23/4)saat meninjau lokasi bank sampah di Kalidoni.

Selain itu juga Fitri merasa bangga sekali atas kerja keras dan inovasi dari teman-teman Kalidoni yang sudah menghasilkan produk hasil dari pengelolaan sampah. Seperti halnya sampah yang berasal dari kantong kresek plastik ternyata bisa menghasilkan minyak berjenis solar dan premium hingga minyak tanah yang bisa digunakan sebagai keperluan di lokasi bank sampah ini sendiri setidaknya untuk bahan bakar mesin itu sendiri.

“Tadi saya juga melihat secara langsung proses pencacahan sampah organik dan nonorganik. Untuk organik bisa menghasilkan pupuk kompos yang dipergunakan sebagai pengolahan bibit tanaman

yang bisa dijual, dari hasil tersebut satu bulan menghasilkan pendapatan 10 juta perbulan dari hasil pengelolaan pupuk dan tanaman,” terangnya.

Di tempat yang sama, camat Kalidoni Arie Wijaya menambahkan jika perharinya bisa menampung dan mengerjakan sampah tersebut hanya satu kontener karena masih mengalami kesulitan dalam memilah sampah tersebut. ‘’Belum lagi kami menerima sampah langsung dari masyarakat setempat yang datang serta dari motor bak sampah. Ini baru tahapan edukasi belum sampai pada tahap produksi besar-besaran. Namun  ke depan kita harapkan bisa meningkatkan semua itu. Kita juga menghasilkan minyak dari sampah plastik kresek, untuk sementara bisa menghasilka 10 liter saja karena kapasitas mesin yang belum memadai,” tambahnya.

Selain itu juga dihasilkan pupuk yang terbuat cairan sampah organik yang basah dan pengolahan pakan ternak ikan yang berasal dari ulat.

“Untuk ulatnya sendiri kita kembangbiakkan karena kita lihat tadi ada sampah sisa-sisa sayur mentah yang kita gunakan sebagai bahan makannya. Saya berharap tentunya dengan adanya usaha dan upaya seperti ini bisa menjadikan terobosan baru bagi Pemkot sendiri khususnya mengelola sampah sesuai jenisnya, sehingga bisa bermanfaat ke depannya,’’ tandasnya. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here