Home HL Tumbuhkan Budi Pekerti melalui Intensitas Berliterasi

Tumbuhkan Budi Pekerti melalui Intensitas Berliterasi

142
0

Laporan HSB

PALEMBANG, Jodanews.com –  Kegiatan literasi di Indonesia sedang digalakkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015. Gerakan literasi sekolah tersebut lebih diarahkan pada anak usia sekolah yang dijadikan pembiasaan. Dengan gerakan literasi dapat menumbuhkembangkan minat baca siswa dan menambah wawasan dalam khasanah pengetahuannya. Adanya literasi dapat mengarahkan siswa pada kemampuan membaca dan menulis. Dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa.
Kepala Bidang SD Disdik Kota Palembang mengatakan, Gerakan Literasi Sekolah bertujuan membiasakan dan memotivasi siswa untuk mau membaca dan menulis guna menumbuhkan budi pekerti. Dan dalam jangka panjang diharapkan dapat menghasilkan anak-anak yang memiliki kemampuan literasi tinggi. “Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik,”ujarnya, Kamis (28/3/2019).
Dikatakannya, Untuk membangun budaya membaca maka kita perlu memperkenalkan buku kepada anak. Ketika anak telah diberi fasilitas diharapkan kemauan membaca tumbuh. Membaca yang dimaksud lebih kepada membangun keterampilan, bukan semata kemampuan kognitif. Melainkan bertujuan membangun kultur yang bermuara pada ranah psikomotorik.
Oleh karena itu, Gerakan Literasi Sekolah ini melibatkan semua warga sekolah baik guru, peserta didik, orang tua/wali murid, dan masyarakat, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan sehingga membutuhkan dukungan kolaboratif berbagai elemen. Upaya yang ditempuh untuk mewujudkannya berupa pembiasaan membaca yang dilakukan dengan kegiatan 15 menit membaca. Guru membacakan buku dan warga sekolah membaca dalam hati,”jelasnya.
Sementara itu ditempat terpisah, Kepala SDN 143 Rismawati, S.Pd.SD mengatakan, buku-buku yang diceritakan yakni bersifat non teks dengan tujuan untuk menumbuhkan budi pekerti kepada siswa. Sehingga dengan buku yang diceritakan itu dapat tersampaikan kepada anak-anak, seperti nilai-nilai luhur tentang kebaikan, kejujuran, persahabatan, dan ketulusan. Dengan begitu, anak-anak bisa mendengar nilai-nilai baik setiap harinya dan bisa mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Gerakkan literasi sekolah ini sangat baik untuk diimplementasikan di sekolah terutama untuk sekolah dasar agar dapat menumbuhkan minat baca yang tinggi sejak dini. Ada tiga tahap literasi, yakni tahap pembiasaan dengan membacakan cerita, melakukan pengembangan dengan bercerita atau bermain peran, dan terakhir yakni tahap pembelajaran yang include dengan pembelajaran.
Dengan adanya gerakan literasi sekolah, diakuinya perubahan minat baca para siswa sudah semakin terlihat baik dari akademik maupun non akademik. Perubahan akademik dari ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia meningkat dengan drastis. Karena biasanya para siswa sangat malas membaca teks wacana.
Begitu juga dengan mata pelajaran matematika yang memiliki soal bercerita, yang biasanya tidak dapat mengerjakan karena tidak memahami soal. Saat ini dengan minat baca yang cukup tinggi, membuat para siswa tidak lagi malas membaca dan bisa memecahkan soal-soal termasuk soal bercerita.
Dari non akademik, budi pekerti para siswa semakin berubah ke arah yang lebih baik dengan berkurangnya tingkat pelanggaran yang dilakukan. Sehingga pihaknya berharap agar setiap sekolah dapat melakukan gerakan literasi yang bisa menumbuhkan minat baca yang baik bagi para siswa.
“Mutu pendidikan harus lebih baik lagi, dengan meningkatkan nilai baca bisa meningkatkan nilai akademik dan non akademik siswa,” pungkasnya.(Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here