Home HL Berkat GPS Yang Dipasang Di Sapi, Tersangka Pencuri Sapi Ternak Diringkus Polisi

Berkat GPS Yang Dipasang Di Sapi, Tersangka Pencuri Sapi Ternak Diringkus Polisi

148
0

Laporan Meyda Sari

PALEMBANG, Jodanews.com  – Lantaran sudah kesal karena sapinya selalu hilang di dalam kandang, membut Hendrik warga Jalan Talang Kemang Rt 22 Rw 06 Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus Palembang mempunyai ide untuk memasang GPS di leher sapi miliknya, karena sering hilang dicuri orang.

Ketika mengetahui sapinya telah dicuri orang, korban pun langsung melaporkan kejadian pencurian tersebut ke Polsek Gandus Palembang. Begitu mendapat laporan dari korbannya petugas langsung mengejar pelakunya. Alhasil berkat bantuan dari GPS yang dipasang korban di sapi miliknya, Alhamdulillah polisi, berhasil membekuk pencuri sapinya di Kawasan Musi IV Palembang.

Dari pengakuan tersangka Yosep Gesan Ulu alias Asep (39) saat diamankan di Polsek Gandus, Palembang, Ia mengaku kalau tugasnya cuma mengantarkan sapi curian yang sudah dipotong ke calon pembeli. “Aku tidak ikut mencuri, yang mencuri itu dua temanku. sedangkan aku tugasnya hanya menunggu dan membawa sapi hasil curian,” akunya. Selasa (26/3/2019).

Masih dikatakan Warga Jalan Mataram Lorong Bukit Perak Kelurahan Kemas Ridho Kecamatan Kertapati Palembang ini, kalau awalnya mereka datang ke Talang Kemang Rt 22 Rw 06 tepatnya di samping galian pesantren Thawalip Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus Palembang, dengan memebawa mobil pickup.

Karena melihat banyaknya sapi yang sedang berada di semak-semak, mereka langsung beraksi. Dimana modusnya mereka dengan cara membuat sapi terlebih dulu pingsan dengan menggunakan umpan buah cempedak yang sudah dicampur obat, untuk menangkap sapi-sapi incarannya.

Saat dua sapi yang terkena umpan sudah pingsan, saat itulah sapi langsung mereka eksekusi. Sapi-sapi langsung dipotong dan dibawa ke mobil pickup yang sudah disiapakan. Tersangka Asep yang bertugas membawa sapi untuk dijual, akhirnya tertangkap saat sedang berada di wilayah Pasar Kuto Palembang.

“Aku biasanya dapat upah sebesar Rp 1 juta dari hasil penjualan sapi. Kalau yang merencanakan, bukan aku tapi kedua teman aku itu yakni Yajid dan Yalil (DPO),” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Gandus Palembang, AKP M Aidil melalui Kanitreskrim Ipda Naibaho mengungkapkan, penangkapan tersangka ini karena korban sudah sering mengalami kehilangan sapi ternaknya. Karena kesal, membuat korban memasang GPS di leher sapi.

“Minggu tanggal 17 maret 2019 pukul 20.00 Wib, korban curiga ada mobil pickup warna hitam masuk. Curiga saat itu dilihat korban ada seseorang menaikan sapinya ke dalam mobil,” ujarnya.

Korban yang mengetahui itu, langsung melaporkan ke Polsek Gandus Palembang untuk meminta bantuan. Dari laporan itu, petugas langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Awalnya petugas sempat kehilangan jejak, tetapi korban memberitahukan kalau di leher sapinya itu di pasang GPS.

Kemudian petugas langsung melacak GPS tersebut. Alhasil Pelacakan yang dilakukan, kalau pelaku berada di pangkal jembatan musi IV hingga akhirnya petugas langsung mengejar kesana dan berhasil menangkap tersangka.

“Dua pelaku lain berhasil kabur dan kini masih kami lakukan pengejaran. Untuk barang bukti yang diamankan dari tersangka yakni satu unit mobil pick up warna hitam BG 9255 NI, tiga bilah parang, satu gulungan tali tambang dari plastik, satu buah cempedak yang digunakan untuk menjadi umpan,” katanya.

Atas perbuatannya tersangka akan dikenakan pasal 363 KUHP, ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here