Laporan Inggri / Advetorial
PRABUMULIH, Jodanews.com – Walikota Prabumulih, Ir Ridho Yahya MM dampingi Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru meresmikan Museum 3D PT Pertamina EP Asset II K
ota Prabumulih, di lapangan Museum Gas,Kamis (7/2/2019). Walikota Prabumulih Ir Ridho Yahya dalam sambutannya mengatakan bahwa, Museum 3D yang di ciptakan Pertamina ini merupakan satu satunya museum dan pertama kali dibuat di Indonesia, dan ini tentunya kebanggaan bagi Kota Prabumulih.
“Langkah yang diambil PT Pertamina dengan mendirikan museum khusus tentang migas ini patut diapresiasi, karena museum merupakan jendela suatu bangsa, suatu daerah atau suatu pengetahuan tertentu. Seperti museum timah di provinsi Babel,” ujarnya.
Dikatakan Walikota, Museum ini dapat menambah pendapatan anggaran daerah, karena dilihatnya kota Prabumulih ini hanya menjadi te
mpat pelintasan saja. Maka dari itu Pemerintah dan Pihak Pertamina Berusaha keras untuk membuat tempat untuk orang-orang bisa berkunjung ke Prabumulih.
“Kami ingin kota kami bukan cuma menjadi perlintasan tujuan orang lewat ke kota lainnya, namun bisa menjadi tempat singgah, sehingga menambah Pendapatan anggaran daerah,” harapnya.
Sementara Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengaku bangga dan apresiasi Walikota Prabumulih, Ir Ridho Yahya bisa membuat terobosan baru, yang kita lihat sekarang adanya museum 3D. Museum ini akan sangat berguna untuk masyarakat sekaligus memb
uka semua mata untuk lebih mengenal sejarah kemajuan Sumsel. Tidak hanya di bidang arkeologi namun juga dibidang teknologi, bahwa di masa lalu Sumsel sudah mempunyai teknologi, dari sejak massa Belanda yang dulu mengekplorasi minyak dan gas.
“”Gagasan yang telah dibuat ini menjadikan kita menjadi pintar, jika kita ingin cari tahu kan harus ada tempatnya juga, saya bangga sebagai gubernur meresmikan Museum Gas yang baru pertama dibuat di Prabumulih ini,” ungkapnya.
Agar tidak mubazir menurut Gubernur harus ada sejenis anjuran bagi generasi masa depan baik SLTA, Pendidikan tinggi apalagi anak-anak balita yang belum sekolah untuk dapat mengunjungi museum ini untuk mendapatkan pengetahuan tentang perkembangan migas di Sumsel. “Saya suka namanya museum 3D. Museum ini menjadi bukti bahwa Migas di Sumsel sudah berjaya dari dulu. Begitu sejarahnya” ujarnya.
Direktur Pertamina EP 2 Prabumulih A.Pujianto mengungkapkan awalnya museum ini adalah salah satu bentuk CSR di bidang pendidikan kepada pemerintah Prabumulih. Namun seiring perjalanannya muncul ide membuat museum yang berbeda dan bisa mengedukasi. Mengingat kunci kemajuan masyarakat Indonesia adalah melalui pendidikan yang juga menjadi pondasi kemajuan di suatu negara.
“Kami wujudkan museum ini nanti bisa bermanfaat, di generasi masa depan museum ini menjadi salah satu ajang edukasi pelajar dan sarana rekreasi untuk masyarakat konsepnya menghibur,” pungkasnya.
Usai meresmikan Museum 3D, Gubernur Sumsel lanjut menghadiri acara di gedung Patra Ria Pertamina Kota Prabumulih yang langsung menyetujuhi rencana pembangunan sekolah AK Migas di Kota Prabumulih. (Editor Jon Heri)








