Home HL Ditemukannya Mahasiswi UIN Dalam Keadaan Meninggal Secara Sadis Buat Kapolda Dongkol

Ditemukannya Mahasiswi UIN Dalam Keadaan Meninggal Secara Sadis Buat Kapolda Dongkol

133
0

Laporan Meyda Sari

PALEMBANG, Jodanews.com  – Terlihat raut wajah Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara sangat geram saat gelar konferensi pers tentang tertangkapnya pelaku pembunuhan mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Sabtu (2/2/2019).

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara geram karena kejadian serupa baru-baru ini terjadi. Sebelumnya, pelaku juga sudah pernah melakukan pembunuhan secara sadis dengan memperkosa, mencuri, lalu membunuh korbannya.

Dalam konferensi pers beberapa kali Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara juga mengatakan akan menyikat para pelaku. Kasus mahasiswi UIN yang terjadi di Gelumbang Muaraenim yang di temukan mayatnya hampir sama persis dengan kasus sebelumnya di Gelumbang juga.

Pada kasus ini almarhum bernama Fatmi Rohanayanti tercatat sebagai mahasiswi UIN. “Perbuatannya ini sungguh membuat saya dongkol, saya juga prihatin dengan kasus pembunuhan sadis seperti ini,” ungkapnya

Korban Fatmi yang merupakan mahasiswa UIN Raden Fatah, Fakultas Syariah, Jurusan Hukum Keluarga Islam diketahui semester 3. Sebelum kejadian korban sempat mengantar Ibunya ke kebun sawit. Namun sampai sang ibu pulang pukul 12.00 Wib, anak gadisnya Fatmi tak kunjung terlihat di rumah.

Sampai akhirnya sang ibu dan warga mencoba mencari anak gadisnya tersebut, hingga ditemukannlah anak gadisnya oleh warga sekitar pukul 15.00 Wib pada hari Kamis (31/1/2019), dalam kondisi sudah meninggal dunia dan dalam keadaan tanpa sehelai busana.

Dari olah TKP dan pengusutan mengenai korban, pihak kepolisian dalam waktu 1 X 24 jam berhasil meringkus pelaku pembunuhan beserta barang bukti.

“Saya mendapat laporan dari Kapolres Muaraenim, jika pelaku pembunuhan Fatmi, berhasil diamankan tidak kurang dari 1 X 24 jam. Dimana pelaku atas nama Upuzan alias Sairun (40) yang merupakan warga Desa Suban Baru Kecamatan Kelekar Kabupaten Muaraenim.

“Dari tangan pelaku didapatilah barang bukti sepeda motor milik korban dan miliknya sendiri. Dari pengakuan pelaku sudah mengakui kalau dirinya sudah membunuh korban,” jelasnya Zulkarnain di Mapolda Sumsel.

Tidak hanya dari bukti pengakuan saja, hasil dari olah TKP dan pemeriksaan terhadap jenazah korban, juga ditemukan bekas sperma dari alat kelamin korban dan juga cocok dengan milik pelaku.

“Dengan demikian kami meyakini jika pelaku memang benar telah memperkosa, membunuh dan melakukan perampokan terhadap korban. Sebab saat hasil sampel sperma yang ditemukan ‘maaf kemaluan korban’, cocok dengan milik korban,” ungkap Kapolda.

Diketahui juga, pelaku merupakan residivis dalam kasus yang sama dan sempat menjalani hukuman selama 10 Tahun penjaradi Nusakambangan.

“Sebelumnya memang pelaku tersebut merupakan residivis pernah memperkosa dan membunuh dan sudah divonis 10 tahun. Baru dua tahun lalu bebas dan kini kembali lagi melakukan perbuatan yang sama.”

“Pelaku akan dikenakan pasal tentang pembunuhan, memperkosa serta merampok atau pasal berlapis. Selain hukuman mati, akan ada hukuman kebiri untuk pelaku. Akan kita usulkan, biar dikebiri juga. Kasus ini juga kami dongkol,” jelasnya.

Kapolda pun meminta berbagai pihak untuk menahan diri karena sebelumnya pelaku yang ditahan di Gelumbang, sempat dicari warga untuk dihakimi. bahkan rumah pelaku juga sudah dirusak warga. Namun sekarang pelaku sudah dipindahkan di Mapolres Muaraenim.

“Saya ikut prihatin kepada keluarga korban, kampus UIN, saya sudah menghubungi pihak kampus dan mengucapkan belasungkawa. Kami meminta semua pihak untuk mempercayakan kasus ini kepada kami. Saya juga dapat kabar kalau tersangka sudah dipindahkan dari Polsek Gelumbang ke Mapolres Muaraenim,” ujarnya.

Untuk sementara Kapolda belum mau membeberkan apakah ada motif lain. Kapolda menilai kasus ini sementara murni perampokan dan masih akan dikembangkan oleh pihak penyidik untuk mengetahui pakah ada motif lain di baliknya.

“Kasus di Gelumbang murni perampokan. Kebetulan pelaku dan korban merupakan tetangga kampung. Apakah ada dugaan asmara, sampai saat ini belum ada dugaan kesana,” tutupnya. (Meyda Sari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here