Home HL Minta Keadilan dan Usut Tuntas Kasus Kematian Yusheri, Pihak Keluarga Datangi Polda

Minta Keadilan dan Usut Tuntas Kasus Kematian Yusheri, Pihak Keluarga Datangi Polda

128
0

Laporan Meyda Sari

PALEMBANG, Jodanews.com – Puluhan orang yang merupakan satu keluarga besar dari korban Yusheri Kusnadi (47), Kamis (6/12/2018) sekitar pukul 11.00 Wib mendatangi Polda Sumsel guna menyampaikan aspirasinya terkait kematian tragis tahanan lapas Muara Enim atas nama Yusheri  beberapa waktu lalu.

Pihak keluarga dan kerabat meminta keadilan, untuk pihak Polda Sumsel yang kasusnya ditangani Polres Muara Enim, yang telah menangkap tiga orang tersangka Napi dari lapas Muara Enim.

Ketiga napi tersebut yakni Lubis tamping KPLP kasus 363, Agus Fitrian alias Yayan kasus 365 curas, dan Andrianto alias Andri kasus curas 365. Ketiga yang masih diduga pelakunya kini sudah di amankan untuk dimintai keterangan. Karena menurut pihak keluarga meninggalnya Heri itu diduga ada keterlibatan dari oknum pihak Lapas Muara Enim.

Yurike (18) putri semata wayang korban telah yatim piatu ini, terus menangis sambil memeluk bingkai foto sang ayah.

“Saya meminta keadilan pak, kasus meninggalnya papa saya di dalam lapas, saya minta kasus itu dapat diusut tuntas  pihak Polda Sumsel,” pintanya kepada Wadir Krimum dan Kasubdit tiga Jatanras AKBP Yudi Suhariadi.

Sedangkan, dikatakan Yulita (48) sepupu korban, kami terpaksa datang jauh-jauh dari Muara Enim ke Polda Sumsel karena ingin minta keadilan atas meninggalnya korban Yusheri yang diduga telah dianiaya hingga meninggal dalam sel tahanan Lapas Muara Enim.

“Mohon keadilan pak,saya minta diusut tuntas oleh bapak Kapolda Sumsel. Karena meninggalnya itu secara tidak wajar, dengan kepala luka bekas jaitan, tangan patah, punggung luka dan memar juga luka di kaki,” ungkapnya.

Senada dikatakan Sri Ramayuni (40) selaku ayunda kandung korban Yusheri. “Akibat kematian adiknya yang telah dianiaya di Lapas Muara Enim. Kini putri korban Yurike (18), kini harus kehilangan orang tuanya. Yurika sekarang menjadi anak yatim piatu, kasihan ibunya sudah lama meninggal dunia karena sakit, kini ayahnya menyusul, ” ujarnya.

Sedangkan Usman, selaku kuasa hukum dari keluarga korban Yusheri. Saat ini pihak keluarga korban dan kerabat datang ke Polda Sumsel untuk menyampaikan aspirasi untuk mencari keadilan agar kasusnya cepat dituntaskan sesuai dengan perundangan dan berlangsung tertib.

“Kasus ini awalnya masalah hutang piutang, antara korban dengan oknum kades, hingga terjadilah keributan dan berkalahi. Dimana korban memukul kades dan bergulat, sampai kades melapor ke Polsek Rambang Daku dan korban ditangkap. Selanjutnya korban Yusheri dititipkan di Lapas Muara Enim, dengan keadaan sehat walafiat. Tetapi setelah di titipkan di Lapas malah pihak keluarga tidak bisa dibesuk,” terangnya.

Dilanjutkan Usman, dari keterangan tahanan lain, korban mendapat penganiayaan di dalam sel, hingga kondisinya kritis. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit dan korban pun sempat koma, hingga akhirnya meninggal dunia.

“Tidak lama korban sekarat dan meninggal. Lalu dari kasus ini ada 3 tersangka Napi yang sudah diamankan. Namun kami punya berkeyakinan ada yang merencanakan kejadian ini, yang diduga oknum pejabat Lapas ikut terlibat. 3 napi itu hanya tumbal, kami mohon kepada Polda untuk membackup Polres Muara Enim untuk mengungkap keterlibatan oknum pihak Lapas,” cetusnya.

Direktur Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alpani SIk melalui Wadir Krimum AKBP EKo Sudaryanto menegaskan pihaknya akan menurunkan pihak Subdit Jatanras, untuk membackup Polres Muara Enim, melakukan penyelidikan lebih lanjut, terkait demo keluarga korban atas tewasnya tahanan bernama Yusheri.

“Saya menerima laporan atas ketidak puasan keluarga korban, dalam perkara penyidikan 170 penganiayaan dengan TKP di Lapas Muara Enim. Berdasarkan hasil barang bukti visum dan keterangan saksi  3 tersangka ditetapkan penyidik Polres Muara Enim” jelasnya.

Tetapi ditegaskan, pihak Subdit Jatanras, akan kita turunkan lakukan penyelidikan mengungkap dugaan ada keterlibatan oknum tersangka lain yang diduga dari pihak Lapas.

“Kami tidak main-main, kalau  terbukti kami akan peroses hukum. Kami bantu dengan menurunkan tim dan membackup Polres Muara Enim untuk mengungkap kasus ini dengan tuntas,” tukas Eko. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here