Laporan, Cindra
MUBA, Jodanews.com – Menyambut musim pancaroba atau istilah lainnya ialah (mangsa labuh) , pada musim ini biasanya diiringi hujan deras dan angin kencang sehingga rentan menimbulkan genangan air. Beriringan dengan itu pada musim pancaroba sangat rawan bermunculan bibit penyakit yang menyerang masyarakat diantaranya Influenza, Tipes, Diare, dan penyakit populer yang sering datang dimusim ini ialah penyakit yang ditularkan nyamuk yakni Demam Berdarah (DBD), dan Malaria.
Untuk mengantisipasi hal hal tersebut sudah menjadi kewajiban Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin bergerak tanggap mengantisipasi hal-hal yang tidak diingikan untuk melindungi warganyaMelalui Dinas Kesehatan kab. Muba Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin melakukan kegiatan Pogging pada beberapa titik rawan di Kecamatan Sekayu,
Kepala Dinas Kesahatan Kab. Muba Azmi Dariusmansyah mengatakan upaya pemberantasan penyakit DBD harus terintegrasi mulai dari pencegahan, penemuan penderita, pengamatan penyakit, penyelidikan epidemiologi, penanggulangan, dan penyuluhan kepada masyarakat. Selain itu, dilakukan pula dukungan dari masyarakat melalui program 3M Plus (Menutup wadah penampungan air, Mengubur atau membakar barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang nyamuk, dan Menguras atau mengganti air di penampungan air). Serta menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk oles, menggunakan kelambu saat tidur dan menaburkan bubuk larvasida.
“Pemerintah dan masyarakat harus kerjasama dalam penanggulangan kasus demam berdarah, semaksimal mungkin pemerintah akan berupaya melakukan pengendalian penyebaran DBD dgn cara fogging, dan fogging jg tidak akan efektif jika masyarakat tidak melaksanakan 3M Plus” kata Azmi.
“Untuk itu, langkah yang perlu dilakukan masyarakat adalah membiasakan diri menjaga sanitasi lingkungan dan tempat tinggal agar tetap bersih dan sehat. Hal ini merupakan kunci dalam pengendalian terhadap bahaya demam berdarah”. Tutupnya. (Editor Jobn Heri)








