Home HL Kapolda : Tersangka Diminta Serahkan Diri, Saya Akan Cari Sampai Ke Liang...

Kapolda : Tersangka Diminta Serahkan Diri, Saya Akan Cari Sampai Ke Liang Kubur

131
0

Laporan Meyda Sari

PALEMBANG, Jodanews.com – Kapolda Sumsel kini tengah melakukan tes DNA terhadap kerangka yang diduga merupakan jenazah sopir taksi online (taksol), bernama Sofyan (43), yang ditemukan di area perkebunan sawit Desa Lakitan, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Rabu (14/11/2018).

Anggota Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel menemukan jenazah yang sudah tinggal kerangka tersebut setelah mengintrogasi tersangka Rido alias Ridwan (45) yang merupakan salah satu dari empat tersangka perampokan yang disertai pembunuhan terhadap Sofyan yang ditangkap pada Minggu, (11/11/2018) lalu.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, pihaknya belum melakukan penahanan terhadap tersangka Ridwan karena masih dibawa oleh anggota Jatanras untuk menunjukkan ketiga tersangka lain yang masih buron.

“Diajak dulu lah nyari-nyari, keliling keliling, kasihan. Dibawa jalan-jalan supaya dia terbuka hatinya untuk mengungkapkan dengan baik,” ujar Kapolda di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang, Rabu (14/11/2018).

Kapolda juga mengimbau, kepada keluarga tersangka, baik tersangka maupun warga yang mengetahui keberadaan tersangka untuk menyerahkan diri. Zulkarnain tidak akan segan menginstruksikan kepada bawahannya untuk menembak mati tersangka apabila masih melarikan diri, apalagi melawan saat upaya penangkapan.

“Saya akan berikan respect kepada tersangka atau keluarganya untuk menyerahkan diri. Kalau tidak, tahu sendiri saya akan cari sampai ke liang kubur,” ancam Kapolda.

Sementara untuk proses tes DNA, tim dokter forensik Bidang Dokkes Polda Sumsel telah mengambil sampel darah dari Fitriyani (32) Istri Sofyan serta Rafli (15) anak sulung korban. Kapolda mengatakan, proses tes DNA akan memakan waktu setidaknya sepekan hingga hasilnya bisa keluar. Untuk itu dirinya meminta keluarga Sofyan untuk bersabar.

“Untuk data sekunder dari pernyataan istri korban Fitriani, jenazah tersebut dikenali sebagai Soyfan dari pakaian terakhir yang dikenakan korban serta dari ikat pinggang. Namun untuk data primernya ya dari DNA itu masih harus diproses, seminggu baru bisa tahu,” jelas Irjen Zulkarnain.

Jenazah yang ditemukan polisi tersebut tinggal berupa kerangka yang beberapa tulang bagian tubuhnya sudah tidak lengkap lagi. Berdasarkan hasil dari forensik sementara, kedua bagian tulang tangan dan lengan serta bagian betis kiri hingga ke paha dan telapak kaki tidak ditemukan.

“Ketemunya tinggal tengkorak kepala, rahang, tulang rusuk. Paha kanan betis kanan dan telapak kaki kanan masih ada. Rambut dan tulang belakang masih ada. Ya mungkin itu sudah habis dimakan binatang bisa saja karena dalam waktu dua minggu jenazah sudah habis tanpa proses pembusukan lagi,” ujarnya.

Mengenai modus yang dilakukan para pelaku, Kapolda belum bisa memastikan dengan detail karena baru satu tersangka yang berhasil tertangkap. Namun diketahui para tersangka menggunakan akun aplikasi taksi online Grabcar dari orang lain yang tidak ada hubungannya.

“Yang punya akun itu namanya inisial I, sudah kami periksa dan dimintai keterangan dan mungkin dia hanya sebagai saksi. Namun dilihat dari hasil cek poin ke poin dari GPS ponselnya belum ada korelasi dia terbukti ikut melakukan perampokan,” ungkap Zulkarnain. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here