Home HL Sebelum Bunuh Istri dan Anaknya, FX Ong Sempat Ngopi Dulu

Sebelum Bunuh Istri dan Anaknya, FX Ong Sempat Ngopi Dulu

120
0
Laporan Meyda Sari
PALEMBANG, Jodanews.com  – Dari hasil otopsi dan analisa barang bukti secara ilmiah, Tim forensik RS Bhayangkara Palembang dan Pusat Laboratorium Forensik Polri Cabang Palembang menyatakan bahwa Fransiskus Xaverius Ong (45) membunuh istri dan dua anaknya sebelum membunuh dirinya sendiri.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara berujar, dari hasil investigasi ilmiah yang dilakukan oleh Puslabfor, penyidik menemukan residu mesiu di tangan pelaku korban Frans. Itu artinya Frans yang menembakkan senjata kepada Istri, anak, berikut dua anjing peliharaannya.
“Kami tekankan dari hasil pemeriksaan gunshot residu, memastikan baik di punggung tangan dan dalam ditemukan residu amunisi. Jadi dipastikan Frans yang menembakkan senjata,” ungkap Kapolda, Kamis (25/10/2018) sore.
Berdasarkan analisa olah TKP yang dilakukan Satreskrim Polresta Palembang, Frans pertama kali membunuh istrinya, Margareth, terlebih dahulu. Lalu pergi ke lantai dua tempat kamar dua anaknya berada.
“Dari hasil analisa, dia sepertinya sempat ngopi-ngopi dulu mikir, karena satu selongsong peluru ditemukan di dekat situ. Lalu dia nulis wasiat dulu, bunuh kedua anaknya baru anjingnya. Atau bisa juga anjingnya dulu dibunuh baru anaknya,” jelas Zulkarnain.
Zulkarnain menjelaskan, dari hasil analisa surat wasiat, ada kecocokan tulisan tangan dengan buku agenda milik Frans. Dirinya menegaskan, sangat mustahil bila tulisan tangan tersebut direkayasa orang lain.
Sementara untuk hasil pemeriksaan senjata, dirinya berujar, gagang revolver tersebut diketahui memang pabrikan Taiwan, namun untuk larasnya merupakan rakitan.
“Ini dibuktikan dengan laras yang tidak beralur. Kalau pabrikan pasti larasnya beralur. Lalu proyektil yang kebetulan bersarang semuanya di jenazah, cocok dengan laras tersebut dan dipastikan proyektil peluru kaliber 38 keluar dari laras tidak beralur senjata yang sama,” ujar dia.
Sementara untuk CCTV yang banyak terpasang di rumah Frans, Kapolda mengatakan, CCTV tersebut dimatikan pada pukul 02.30, diperkirakan dilakukan oleh Frans.
“Untuk motif hasil pemeriksaan dari ibunya Margareth memang selama ini mengeluhkan untuk dicerai. Itu sebagai indikator ada persoalan keluarga,” ujar Kapolda.
Sementara itu Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang Kompol dr Mansuri mengatakan, timnya mulai melakukan otopsi keempat jenazah pada pukul 16.00-23.00 Wib, Rabu (24/10/2018) kemarin.
Empat proyektil berhasil diangkat dari masing-masing jenazah anggota keluarga yang tewas mengenaskan tersebut. Mansuri mengatakan, posisi peluru bersarang di bagian otak, yang seluruhnya ditembakkan dari bagian depan.
“Semuanya bersarang di otak tidak ada yang menembus hingga tempurung kepala belakang. Proyektilnya sudah diangkat. Perkiraan ditembakkan dari jarak dekat, sekitar 30 sentimeter,” ungkapnya.
Dari hasil otopsi, FX bersama istri dan anaknya tewas dalam kurun waktu lebih kurang 12 jam sebelum otopsi dilakukan.
Dihari yang sama, Setelah  dilakukan otopsi oleh tim forensik di Kamar Jenazah RS Bhayangkara Palembang, Kamis (25/10/2018) siang. Akhirnya jenazah satu keluarga Fransiskus Xaverius (FX) Ong diserahkan ke pihak keluarga.
Kemudian jenazah FX Ong  yang merupakan satu keluarga dibawa pihak keluarga ke rumah duka Charitas Palembang. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here