Laporan Abiyasa / Pendim 0736
BATANG, Jodanews.com – Kendati bukan termasuk sentra jengkol utama, namun Desa Durenombo, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, termasuk melimpah tanaman jengkol. Tanaman tahunan ini tumbuh subur di semua tempat seperti, kebun, tegalan dan pekarangan.
Tiap tahun tepatnya saat musim panen raya, jengkol tersedia melimpah di rumah-rumah warga. Biasanya jengkol dijual di Pasar Subah sabagian lagi beli tengkulak.
Tiadak tersedianya jengkol dalam bentuk olahan, komoditas musiman ini sangat rentan dipengaruhi cuaca dan harga jual pasaran.
Seperti dikatakan Suryono (45) petani setempat, penyebab menurunya hasil panen alah satunya karena dipengaruhi cuaca.
“Setahun ini kemaraunya lumayan panjang dengan suhu sangat menyengat sehingga berakibat bakal buah tidak seluruhnya menghasilkan,” terangnya, Sabtu (27/10/18).
Suryono menambahkan, curah hujan yang rendah tahun ini sangat berpengaruh terhadap produksi, tapi akan berbeda bila di daerah lain cukup hujan dan cukup panas.
“Saya berharap mumpung ada pelaksanaan TMMD, para petani bisa mendapatkan penyuluhan peningkatan hasil produksi pertanian khas Desa Durenombo,” ungkapnya. (Editor Jon Heri)








