Home HL Waw, Ternyata Bangunan SD IT Baturaja, Tidak Sesuai Dengan Aturan Andalalin

Waw, Ternyata Bangunan SD IT Baturaja, Tidak Sesuai Dengan Aturan Andalalin

145
0

Laporan : A. Dedy

BATURAJA, Jodanews.com– Berlokasi di Desa Tanjung Baru kecamatan Baturaja Timur, Sekolah Dasar Swasta SD Islam Terpadu nampak bangunannya tidak sesuai dengan Aturan Lalu Lintas tepatnya yang berkaitan dengan perizinan Andalalin ( Analisa Dampak Lalu Lintas ).
Bangunan yang seharusnya berjarang 10 Meter dari bibir jalan, itu nampak hanya 2-3 meter di tambah lagi tidak adanya pintu keluar dan pintu masuk yang seharusnya terpisah, selain itu dari jumlah siswa 349 Orang siswa ditambah dengan guru dan karyawan yang membawa kendaraan sudah merupakan jumlah yang melebihi dari kapasitas yang telah ditentukan yaitu di atas 75 orang yang membawa kendaraan sudah wajib sekolah tersebut mempunyai izin Andalalin.
Jadi wajar jika pada jam masuk sekolah dan pulang sekolah, lokasi pinggir jalan depan SD IT Tunas Cendekia selalu dirundung macet, bukan lagi puluhan tapi sudah ratusan jumlah kendaraan roda 2 dan roda 4 bergabung sampai menutup jalan raya milik negara tersebut.
SD IT Tunas Cendekia Baturaja di bawah Yayasan Insan Cendekia selaku ketua Yayasan Ahmad Taufik Gurahman yang menurut keterangan kepala sekolahnya masih aktif kerja sebagai Karyawan di PTSB saat mau di konfirmasi sedang tidak berada di tempat.

Febri Busianto, SPd kepala sekolah SD IT Tunas Cendekia Baturaja saat di temui di ruang kerjanya mengatakan
Saya baru dua tahun menjadi kepala sekolah, mengenai izin-mengizin tidak begitu saya perhatikan, yang saya tahu
Sejak berdiri tahun 2011 sampai dengan sekarang sudah 2 kali mengeluarkan alumni. Kini jumlah siswa sudah mencapai 349 orang terbagi 11 kelas yang terdiri dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. Untuk lahan parkir pihak yayasan baru akan membeli tanah sebelah sekolah tapi oleh karena sampai sekarang belum tahu siapa pemilik tanah sebelah jadi masih tertunda.
Terkait dengan kemacetan yang di timbulkan oleh wali murid, baik di saat mengantar maupun menjemput siswa yang selalu menjadi pemandangan sehari – hari dan sudah menjadi keluhan masyarakat Baturaja, khususnya yang hendak berlalu lalang menggunakan jalan depan SD IT. Febri Busianto menjelaskan pihak sekolah baru mau menyiapkan satpam sekolah untuk dapat membantu mengatur kendaraan para pengantar dan penjemput anaknya yang bersekolah disana. Sementara sekarang ini yang ada kata Febri hanyalah tukang parkir berjumlah 2 orang, itupun tugas mereka hanya membantu mengatur kendaraan di jam pulang sekolah saja lebih kurang satu jam dengan gaji tukang parkir hanya dibayar Rp.400.000,- per orang karena 2 orang jadi perbulan sekolah membayar mereka Rp.800 000,-.
Di tempat terpisah, Kabid Lalu Lintas di dinas Perhubungan OKU (Safrin, SE, MM) menjelaskan, untuk mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) salah satu syarat adalah harus sudah ada Andalalin dari dinas perhubungan. ” Apakah SD IT Tunas Cendekia sudah ada atau belum, pihak perhubungan segera akan survey ke lokasi sekolah” janji Saprin.
Begitu juga komentar dari Hendri, salah seorang warga OKU sangat menyayangkan, sekolah yang dianggap bounavit selama ini yang sudah beroperasi sejak tahun 2011 ternyata belum lengkap izin operasionalnya dan berharap penegak hukum harus memberi sanksi sesuai dengan aturan. Tegasnya. “Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa:
a. peringatan tertulis; b. penghentian sementara pelayanan umum; c. penghentian sementara kegiatan; d. denda administratif; e. pembatalan izin; dan/atau f. pencabutan izin”. (Editor Jonheri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here