Laporan Abiyasa / Pendam II/Swj
PALEMBANG, Jodanews.com – Dampak globalisasi terhadap kehidupan bangsa saat ini ditandai dengan isu demokratisasi, penegakan Hukum dan Ham, Terorisme serta lingkungan hidup diyakini berpengaruh besar terhadap kehidupan suatu bangsa. Globalisasi menimbulkan ancaman dan tantangan yang dapat berdampak negatif dan positif bagi keutuhan NKRI.
Menyikapi tantangan dan ancaman serta permasalahan bangsa tersebut, Pangdam menghimbau untuk meningkatkan kembali pemahaman tentang Ke Bhinnekaan untuk Keutuhan NKRI.
“Tanpa Bhinneka Tunggal Ika yang diikat dalam Nasionalisme Persatuan dan Kesatuan Bangsa, keragaman dan perbedaan budaya membuat bangsa ini hancur,” tandas Pangdam.
Hal tersebut diungkapkan Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan SIP MHum saat memberikan kuliah umum dihadapan 1.300 Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Bina Dharma, Palembang, Rabu (5/9/2018) bertempat di Gedung OPI Convention Center, Jakabaring, Palembang. Adapun materi yang disampaikan dalam kuliahnya tersebut tentang Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional dengan tema “Mencintai Tanah Air Guna Menjaga Kedaulatan NKRI”.
Pangdam juga menjelaskan bahwa, adanya karakter negatif dalam keseharian masyarakat Indonesia seperti, konflik antar kampung atau suku dan kebiasaan umum masyarakat yang bersifat merusak seperti, premanisme, miras, prostitusi dan judi serta perusakan lingkungan diakibatkan beberapa faktor, antara lain Pertama, bergesernya nilai-nilai luhur bangsa yang berdasarkan norma agama, adat, budaya serta sosial kemasyarakatan. Kedua, memudarnya nilai-nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan Ketiga, Disorientasi dan belum dihayati nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.
“Untuk itu, agar tidak terjadi hal tersebut, kita harus kembali ke Koridor Pancasila dan UUD 1945 dan menjaga ke-Indonesiaan kita. “Tak ada gunanya makmur dan modern namun kehilangan fundamental dan hal-hal terbaik dari bangsa kita”, tandasnya
Diakhir ceramahnya, Pangdam mengingatkan bahwa sebagai agen perubahan, agar pemuda selalu didepan dan berperan penting dalam sejarah Indonesia. ”Ancaman kedepan semakin nyata dan perlu antisipasi sejak dini. Para pemuda harus menjadi pemersatu untuk mewujudkan Indonesia sebagai Bangsa Pemenang”, kata Jenderal Bintang Dua ini.
Hadir dalam acara tersebut, Rektor Universitas Bina Dharma Palembang, Ir H Bochari Rachmad MSc, Wakil Rektor 1, Prof Dr Zainuddin Ismail MM, Wakil Rektor 2, Dr Sunda Ariana MPd MM, para Dekan, Ketua Program Studi dan para Dosen, Kahubdam II/Swj Kolonel Chb Anang Murtioso SSi, dan Dandim 0418/Palembang Letkol Inf Honi Havana. (Editor Jon Heri)








