Home HL Kombes Heri Nixon Bantah Tuduhan RA Gita Atas Laporan Dugaan Penculikan

Kombes Heri Nixon Bantah Tuduhan RA Gita Atas Laporan Dugaan Penculikan

143
0

Laporan Meyda Sari

PALEMBANG, Jodanews.com – Terkait dilaporkannya Kombes Heri Nixon, perwira Mabes Polri oleh RA Gita Oktaviani (37), ibu rumah tangga (IRT), dibantah keras pihak keluarga dan penasehat hukumnya.

Sebelumnya, Kombes Heri dilaporkan di SPKT Mapolda Sumsel, atas kasus dugaan penculikan, penganiayaan disertai perampasan, terhadap suami RA Gita yakni bernama Ade Saputra yang berprofesi sebagai advokat. Laporan diterima petugas dengan Nomor LPB/660/IIV/2018/SPKT.
“Apa yang dituduhkan atas laporan itu sama sekali tidak benar dan kami merasa dirugikan. Saya ada pada saat kejadian dan bapak Kombes Heri Nixon tidak pernah melakukan penculikan, penganiayaan, dan perampasan,” ujar Anton, keluarga Kombes Pol Heri Nixon, ketika memberikan keterangannya, Sabtu (1/9/2018).
Diceritakan Anton, ketika itu Kombes Heri Nixon bersamanya dan kerabat, sedang jalan-jalan di wilayah kawasan Sukatani Palembang.

Namun saat berada di depan salah satu kafe, Kombes Heri melihat Ade.

Bahkan Kombes Heri sempat menelpon penyidik Satreskrim Polresta Palembang, dikarenakan Ade merupakan terlapor kasus dugaan penipuan cek kosong senilai Rp3 miliar pada tahun 2014.

“Karena terlalu lama menunggu penyidik datang, jadi bapak Kombes Heri turun dari mobil dan mendekati kafe lalu bertemu dengan Ade. Bahkan saat itu Ade berbincang dengan Kombes Heri. Ade itu memanggil Kombes Heri dengan sebutan om,” ujar Anton.

Setelah berbincang, kemudian Ade diajak naik mobil secara baik-baik dan tidak ada ancaman atau paksaan.

Direncanakan Ade akan dibawa ke Polresta Palembang. Namun dalam perjalanan dan saat berada di simpang Sukatani, Ade keluar dari mobil dan kabur.

“Saat keluar dari mobil itu, Ade langsung kabur. Yang mengejar itu saya sendiri dan bapak Kombes Nixon tidak mengejar.
“Saat dikejar itu kebetulan ada polisi dari Polsek Sako dan juga ikut mengejar. Intinya Kombes Nixon tidak pernah melakukan penembakan, penculikan dan penganiayaan terhadap Ade dan keluarganya. Jadi laporan itu sama sekali tidak benar,” ujar Anton.
Sementara itu Dr Bahrul Ilmi Yakup didampingi Mr Soki SH MH selaku kerabat dan sekaligus kerabat Kombes Heri Nixon mengatakan, keberadaan Kombes Heri Nixon di Palembang dalam rangka pengamanan Asian Games di Palembang.
Jadi tidak betul ada bahwa datang dari Jakarta ke Palembang itu untuk mencari Ade.
“Perlu diketahui, Kombes Heri Nixon tidak pernah melakukan penembakan. Karena Kombes Heri tidak memiliki senjata.”
“Yang melakukan penembakan itu polisi Sako di lokasi dan arah tembakannya ke udara. Mobil Ade rusak itu karena menabrak. Mobilnya sekarang ada di Polresta Palembang,” ujar Bahrul.
Ditegaskan Bahrul, tidak ada hubungannya dengan profesi Kombes Heri Nixon sebagai polisi dan Ade sebagai advokat.
Jadi urusan ini tidak menyangkut dengan profesi keduanya. Pada saat kejadian tidak ada rombongan motor trail yang ikut mengejar Ade.
“Intinya laporan itu tidak benar. Kombes Heri tidak melakukan penculikan atau penganiayaan terhadap Ade dan keluarganya.”
“Ade naik mobil tidak dipaksa dan di dalam mobil tidak ada penganiayaan seperti yang dilaporkan itu. Fisik Kombes Heri itu gemuk, jadi tidak mungkin mengejar Ade. Jadi kami tidak terima atas pemberitaan di media atas laporan tersebut,” jelas Bahrul.  (Editor Jonheri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here