Home HL Bacok Tetangga Sampai Usus Terburai, Martin Diringkus Polisi

Bacok Tetangga Sampai Usus Terburai, Martin Diringkus Polisi

150
0
Laporan Meyda Sari
PALEMBANG, Jodanews.com
Lantaran tak terima karena telah dituduh menculik dan menjual anak orang, membuat tersangka Anjar Raditya alias Martin (27) yang juga warga Kampung Bugis, naik darah dan mengamuk dengan membabi buta mengapak  korban Candra Saputra alias Chen (28).
Korban yang merupakan buruh bengkel tambal ban, di Kampung Bugis, Jalan HM Saleh, KM 7, RT 45/08, Kelurahan Sukarme, Kecamatan Sukarame, Palembang ini jadi sasaran penganiayaan yang dilakukan tersangka Martin. korban mengalami luka bacok di tangan hingga usus terburai.
Peristiwa itu terjadi Selasa (14/8/2018) sekitar pukul 12.00 WIB, kejadian terjadi berawal dari tersulitnya emosi tersangka, usai mendengar tuduhan orang tua korban, bila tersangka telah menjual anak orang yang hilang di kampung mereka.
Siang bolong itu, tersangka yang sudah tersulut emosi, sengaja menunggu korban lewat di depan rumahnya. Saat yang ditunggu-tunggu tiba, korban Candra melintas. Tersangka lantas menanyakan perihal tuduhan penjualan anak yang dikatakan orang tua korban.
Bahkan, ribut mulut tak bisa dielakkan, tersangka yang sudah terlanjur emosi langsung memukul kepala korban tetapi tidak kena. Kali ini tersangka masuk ke dalam rumah untuk mengambil sebilah parang. Parang pun ditebaskan tersangka hingga melukai tangan kiri dan perut sampai usus terburai.
Usai kejadian pelaku langsung kabur dan meninggalkan korbannya. warga yang melihat korban terkapar langsung membawa korban ke RS Arrasyid, untuk mendapatkan pertolongan. atas kejadian tersebut korban mengalami sebanyak 37 jahitan, hingga sempat opname selama seminggu di rumah sakit.
“Aku bacok korban karena tersinggung dituduh jual anak orang. padahal aku tidak pernah menjual anak orang. Jadi pas pulang kerja, aku tunggui korbannya,” ujar tersangka Martin dengan Tato tengkorak di betis kanan dan tato motif bunga di tangan dan badannya. Senin (17/9/2018)
Martin juga mengaku sebelum melajukan pembacokan dirinya terlebih dulu minum miras atau tuak supaya berani aku juga pemakai sabu. “Kalau pakai sabu aku sudah lama, kalau lagi kerja aku pakai sabu biar semangat dan tidak capek. Minum tuak itu biar berani,” timpal Martin.
Sementara Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Yoga Bagaskara memenegaskan bahwa anggotanya telah mengamankan satu tersangka bernama Martin atas perkara penganiayaan sadis.
“Iya motifnya karena salah paham, tersangka tersinggung, karena ada tuduhan telah melakukan penculikan dan penjualan anak, ” ungkapnya.
Atas tindakannya itu tersangka dijerat pasal 351 ayat 2 kuhp, dengan 5 tahun ancaman pidana penjara,” tukas Yoga. (Editor Jonheri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here