Laporan Meyda Sari
PALEMBANG, Jodanews.com – Lantaran ketagihan memakai narkoba, membuat Maryanto (33), warga Jalan KH Wahid Hasyim Kecamatan Seberang Ulu (SU) 1 Palembang berpikir pendek. Saat diajak rekannya Ali (DPO) untuk melakukan aksi curanmor, tersangka langsung mau.
“Sudah dua tahun lebih pak saya pakai sabu. Kalau tidak pakai, badan saya terasa lesu. Kebetulan lagi tidak ada uang untuk beli. Jadi, saya mau saja diajak untuk mencuri sepeda motor,”ujar tersangka Maryanto saat gelar tersangka di Mapolda Sumsel, Minggu (17/8/2018).
Pria yang keseharian berprofesi sebagai buruh harian lepas ini, mengaku telah 4 kali melakukan aksi curanmor. Tiga kali di komplek OPI dan satu kali di daerah KM 12. Tersangka Maryanto bersama rekannya Ali, melakukan aksi curanmor roda dua milik Suwarli, warga Komplek OPI, jalan Sumatera Raya blok AA-30, Jakabaring pada Sabtu (11/8/2018) pukul 10.00 WIB.
Sepeda motor Honda Beat warna Putih nopol BG-6532-ABH milik korban, saat itu sedang terparkir di halaman depan rumahnya. Tersangka menyebut, dirinya berperan sebagai pilot atau yang mengendarai sepeda motor. “Yang memetik Ali. Dia ahli merusak kunci stop kontak dengan kunci letter T,”akunya tersangka.
Setiap berhasil mencuri sepeda motor, lanjutnya, mereka jual ke penadah seharga Rp 3.000.000 hingga Rp 5.000.000. “Uangnya dibagi berdua dan digunakan untuk foya-foya,”pungkasnya.
Nah kali ini, belum sempat menikmati hasil curanmor, tersangka Maryanto sudha diciduk Unit 1 Jatanras yang dipimpim Kompol Antoni Adhi, meringkus pelaku curanmor. Tersangka ditangkap Sabtu (11/8/2018) sekitar pukul 22.00 WIB di depan PT Ali, Kelurahan 1 Ulu Darat.
“Tersangka kami tangkap saat mengendarai sepeda motor curian. Kami juga melakukan tes urine pada tersangka. Hasilnya positif memakai sabu,”ujar Kasubdi III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara.
Saat mau diangkap, tersangka memberi perlawanan. Bahkan, hendak merampas senpi personel. Tersangka lalu dilumpuhkan dengan tembakan dikedua kakinya. “Saat ini kami masih mengejar rekan tersangka yang bernama Ali,”pungkasnya. (Editor Jonheri)








