Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews.com – Keberadaan sarana memiliki pernanan penting bagi setiap satuan pendidikan guna untuk menunjang kemajuan pendidikan di sekolah tersebut. Keberadaan sekolah inklusi hingga kini masih melaksanakan tugas dalam membina Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Hanya saja, meski kegiatan inklusi sudah berjalan sejak tahun 2013, namun hingga kini belum ada bantuan sarana dan prasarana dari pemerintah untuk sekolah. Salah satunya SDN 30 Palembang, sekolah yang berada di Jalan Sungai Tawar, Kelurahan 29 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang sudah membina siswa ABK sejak lima tahun silam. Hingga kini jumlah siswa ABK semakin bertambah mencapai 125 orang.
“Alhamdulillah orang tua yang memiliki ABK semakin percaya dengan sekolah kita. Setiap tahunnya semakin bertambah, bahkan beberapa orang tua juga memindahkan anaknya untuk sekolah di sini,” kata Kepala SDN 30 Palembang, Nuraini SPd MSi.
Meski begitu, pihaknya berharap agar pemerintah memberikan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) karena bisa membantu pelaksanaan kegiatan belajar bagi siswa berkebutuhan khusus. “Sebetulnya kami butuh berbagai fasilitas permainan agar siswa ABK lebih senang saat mengikuti belajar,” harapnya.
Dia mengaku, berbagai kebutuhan khusus terdapat di sekolah seperti cacat kaki dan tangan, gagu atau gagap dan lainnya. “Tentu saja setiap siswa ABK memiliki perhatian yang berbeda-beda, tapi secara umum kegiatan belajar harus dilakukan dengan ramah dan canda, oleh karena itu Guru kelas memegang peranan penting dalam pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusif,” terangnya. (Editor Jon Heri)








