Laporan Maidi
OGAN ILIR, Jodanews.com-Menjelang Asian Games 2018, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir mengharap dan menghimbau kepada perusahaan perusahaan yang beroperasi diseluruh wilayah Ogan Ilir agar berpartisipasi ikut menanggulangi kebakaran hutan kebun dan lahan (Karhutbunla).
Kepala BPBD Ogan Ilir , Jamhuri Ssos Msi mengatakan, perhelatan akbar Asian Games 2018 tidak lama lagi, guna menunjang sarana prasarana maupun operasional penanggulangan Karhutbunla maupun menyikapi keputusan Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) yang sudah disepakati bersama, diharapkan peran partisipatif bagi Perusahaan perusahaan yang beropersi di wilayah Ogan Ilir. “Guna memberikan bantuan akomodasi yang mungkin bisa diambil dari program Corporate Social Responsibility (CSR) ataupun sumber lainnya yang ada diperusahaan tersebut untuk diperbantukan agar dampak Karhutbunla bisa ditanggulangi,” katanya.
Dipaparkan Jamhuri, Berdasarkan data yang ada di Ogan Ilir sudah terbentuk satgas di 42 desa yang tercatat rawan Karhutbunla terletak di 8 Kecamatan, hampir setiap Desa yang rawan sudah disiapkan Satgas yang diambil dari perwakilan masyarakat sekitar, pemuda KNPI dan Karang Taruna untuk dibina.
“Saat ini ada sekitar 23 titik Karhutbunla yang lagi dipantau yang berada di Kecamatan Pemulutan, Pemulutan Barat, Inderalaya, Inderalaya Utara, Tanjung batu, Wilayah PTPN VII Cinta Manis , Muara Kuang, Rantau Alai, dan Rantau Panjang,” kata Jamhuri diruang kerjanya, Selasa (10/7) .
Lanjut Jamhuri , dengan situasi Iklim dan cuaca saat ini BPBD mengharapkan dan menghimbau kepada perusahaan agar memberikan kontribusi untuk Ogan Ilir guna menanggulangi bahaya Karhutbunla menjelang perhelatan event Internasional Asian Games 2018 di Palembang-Jakarta mendatang.
“Ogan Ilir secara Geografis berbatasan langsung dengan Kota Palembang jadi antisipasi dan penanggulangan Karhutbunla maupun asap sama – sama kita jaga jangan sampai terjadi, supaya Ogan Ilir Zero Asap dan Karhutbunla,” harap Jamhuri. (Editor Jon Heri)









