Home HL Warga Binaan Rutan Kelas IIB Tetap Khusyuk Laksanakan Sholat Tarawih

Warga Binaan Rutan Kelas IIB Tetap Khusyuk Laksanakan Sholat Tarawih

147
0

 

Laporan Inggri

PRABUMULIH, Jodanews.com –  Lantunan ayat-ayat suci berkumandang di setiap blok ruang tahanan Rutan Klas II B Prabumulih. Tanpa pengeras suara, seorang warga binaan masing-masing blok memimpin jalannya ibadah sholat tarawih di bulan suci ramadan, Sabtu (19/5/2018) malam.

Pantauan dilapangan nampak terdengar lantunan ayat suci yang di bacakan warga binaan di setiap blok, meski menjalankan ibadah sholat tarawih di balik jeruji besi, namun suasananya masih tetap khusyuk.

Rio (38), salah satu warga binaan mengatakan, memang tidak ada bedanya sholat di Aula Rutan Klas IIB dan di dalam blok-blok. Menurutnya, paling penting ia sudah menjalankan kewajiban sebagai hamba Allah SWT atau umat muslim. “Setiap ramadan beginilah kita (warga binaan, red) wajib sholat tarawih. Karena Aula Rutan kapasitasnya terbatas, jadi kita terpaksa sholat tarawih di dalam blok,” ujarnya.

Masih dikatakannya, warga binaan yang bisa sholat di Aula Rutan Klas IIB Prabumulih adalah, warga binaan yang berstatus Napi dan juga menjelang bebas atau sudah menjalani 1/3 hukuman.

“Kalau Napi yang belum menjalani hukuman, sholat di dalam blok,” jelasnya.

Sementara itu, pengisi ceramah para warga binaan di Rutan Kelas IIB Prabumulih, Ustadz Sudiono mengatakan, meski berstatus warga binaan tetapi kewajibannya kepada sang pencipta tetap jalan.T idak ada bedanya sholat tarawih di aula ataupun blok-blok.

“Yang paling penting niat untuk menunaikan kewajiban sholat. Selain itu, mau sadar dan melaksanakan kewajibannya serta mendekatkan diri kepada sang pencipta. Masalah hukuman, itu hukuman dunia yang harus di jalankan,” kata nya. Sementara itu, Kepala Rutan Klas IIB kota Prabumulih, Ronaldo Davinci Talesa mengatakan, selama ramadhan warga binaannya tidak hanya diwajibkan puasa, tetapi juga melaksanakan sholat tarawih bersama.

“Khusus Napi yang telah menjalani 1/3 hukuman, sholat tarawihnya  dipusatkan di aula Rutan. Sedangkan, lainnya tetap sholat di blok  masing-masing,” ujarnya. Lanjut Kepala Rutan, Selain bagian upaya pembinaan untuk mempertebal keimanan dan ketakwaan para warga binaan, jika keluar tidak lagi mengulangi perbuatannya dan tidak kembali sebagai warga binaan.

“Satu blok berukuran sekitar 5×6 meter, ada sekitar 30-40 warga binaan yang sholat tarawih bersama selama ramadan, dan imamnya salah satu dari mereka sendiri,” jelasnya. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here